RS Materna : Rumah Sakit Medan | USG abdomen dan USG transvaginal merupakan dua metode pemeriksaan yang paling populer atau sering digunakan. Keduanya sama-sama bermanfaat untuk mengetahui masalah kesehatan tertentu dan memantau perkembangan janin pada ibu hamil.

Perbedaan USG abdomen dan USG Transvaginal
1. Prosedur Pemeriksaan
Prosedur USG Abdomen berbeda dibandingkan dengan USG transvaginal. USG transvaginal adalah metode pemeriksaan secara internal. Sementara, USG abdmominal dilakukan secara eksternal.
Selain itu, USG abdomen biasanya digunakan pada pasien yang belum pernah melakukan hubungan seksual, karena tidak perlu dilakukan pemeriksaan vagina. Namun, perlu mengisi kandung kemih untuk mengevaluasi awal kehamilan muda.
USG transvaginal biasanya tidak nyaman bagi pasien dan hanya boleh dilakukan pada pasien yang telah melakukan hubungan seksual.
Prosedur USG transvaginal dilakukan dengan transduser ukuran 2 P3-inci. Kemudian, dimasukkan langsung ke dalam vagina ibu hamil. Hal ini memberi dokter dan pasien gambaran yang sangat rinci tentang sistem reproduksi wanita, termasuk rahim, leher rahim, saluran telur, dan indung telur.
USG abdomen dilakukan di permukaan kulit perut. Sebelum pemeriksaan, dokter akan memberikan gel secara merata ke seluruh area perut. Gel ini berguna untuk memudahkan pergerakan sensor dan mencegah adanya udara antara kulit dan sensor. Setelah perut diolesi dengan gel, dokter menggunakan probe di perut untuk mengambil gambar bagian dalam perut secara nyata.
2. Waktu Pemeriksaan
Perbedaan USG abdomen dan USG kandungan selanjutnya ialah waktu pemeriksaan. USG abdomen dapat dilakukan kapan saja sesuai anjuran dokter. Sedangkan, USG transvaginal harus dilakukan pada waktu tertentu, misalnya pada awal kehamilan atau sebelum masa subur pada wanita yang tidak hamil.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Ultrasound in Medicine, menemukan bahwa USG transvaginal lebih baik daripada USG abdmonal pada kehamilan kurang dari 10 minggu, pasien obesitas dan pasien rahim terbalik.
Kesulitan utama dengan USG transvaginal ialah terbatasnya kemampuan manuver probe untuk menghasilkan penglihatan yang lebih spesifik. USG transvaginal dapat berguna dan melengkapi untuk janin trimester pertama, tetapi bukan menggantikan USG abdomen.
3. Tujuan Pemeriksaan
USG transvaginal dan USG abdomen memiliki tujuan berbeda. USG transvaginal ditujukan untuk memeriksa alat kelamin wanita yang sedang hamil atau tidak. USG transvaginal ibu hamil dapat memeriksa plasenta janin, jantung janin, dan kemungkinan adanya kelainan atau perdarahan yang tidak normal.
Sementara, USG abdomen dirancang untuk membantu dokter memastikan diagnosis kehamilan, seperti melihat jenis kelamin janin dalam kandungan dan posisi janin pada usia persalinan.
4. Spesifikasi Pemeriksaan
USG transvaginal dan USG abdomen memiliki perbedaan dalam spesifikasi pemeriksaan. transvaginal lebih sensitif dan spesifik daripada abdomnial dalam mendiagnosis penyakit panggul.
USG abdomen biasanya digunakan sebagai teknik pertama dalam pemeriksaan rutin panggul wanita. Sementara, transvaginal dapat diganti dengan abdomen jika adanya dugaan kehamilan ektopik, ovarium polikistik, dan dalam evaluasi endometrium.
USG mana yang harus Anda pilih?
Pada prinsipnya metode pemeriksaan USG transvaginal dan USG abdomen sama-sama akurat. Jenis USG utama tergantung pada tujuan pemeriksaan Anda.
Jika Anda tidak hamil dan ingin mengetahui kondisi organ reproduksi Anda, USG transvaginal bisa menjadi pilihan. Namun, jika Anda ingin memeriksakan kondisi organ perut dan Anda tidak sedang hamil, Anda dapat memilih USG abdomen yang lebih akurat dibandingkan USG transvaginal. Sama USG transvaginal yang dilakukan saat hamil sebenarnya memiliki tujuan yang sama dengan USG abdomen, yaitu untuk memeriksa kondisi janin di dalam perut.
USG Abdomen dan tranvaginal, efektif mana dalam mendeteksi gangguan?
USG transvaginal dianggap sebagai metode yang jauh lebih dalam, karena dapat melihat organ yang akan diperiksa secara langsung dari dekat. Apalagi saat usia kehamilan masih di trimester pertama, saat ukuran rahim belum terlalu berkembang, sehingga cukup sulit untuk mendeteksinya dengan skrining eksternal.
USG transvaginal lebih disukai daripada USG abdominal. Hal ini dikarenakan USG transvaginal dapat menunjukkan kondisi janin dan sistem reproduksi ibu dengan lebih jelas dan akurat selama masa kehamilan. Namun, kembalilah ke tujuan awal pemeriksaan Anda. Pada dasarnya, kedua pemeriksaan USG ini sama-sama bisa menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan gambaran kondisi janin dan organ tubuh.
Itulah, perbedaan USG abdomen dan USG kandungan. Tanyakan langsung ke dokter kandungan jenis USG rahim apa yang tepat untuk Anda. Anda bisa langsung ke dokter kandungan.