RSU Materna : Rumah Sakit Medan – Dalam kehidupan sehari – hari, Anda tentu pernah mendengar sendi mengeluarkan bunyi “krek” ketika melakukan gerakan tertentu, bukan? Ya, bunyi ini terkadang membuat seseorang menjadi ketagihan setiap meregangkan sendi yang terasa pegal linu dan kaku.
Akan tetapi yang menjadi pertanyaan disini adalah, apakah sendi bunyi “krek” tersebut dinilai wajar atau justru berbahaya? Untuk mengetahui informasi seputar hal ini, Anda bisa menyimak informasi selengkapnya di artikel berikut ini.
Sekilas informasi tentang sendi berbunyi “krek”
Penting untuk Anda ketahui, bahwa sendi yang berbunyi “krek” umumnya terjadi ketika seseorang melakukan gerakan tertentu. Dalam dunia medis, kondisi ini sering kali dikenal dengan nama krepitasi atau krepitus. Biasanya, munculnya bunyi “krek” terjadi pada persendian jari, lutut, pergelangan kaki, leher, siku, bahu dan punggung.
Adapun beberapa hal yang sering kali dilakukan seseorang hingga mengeluarkan bunyi “krek” pada persendian antara lain sebagai berikut :
- Meretakan ruas – ruas jari tangan atau kaki.
- Meregangkan otot punggung.
- Menekuk bagian lutut, berdiri dari duduk ataupun naik turun tangga.
- Menggerakan bagian bahu.
- Memutar kepala searah / berlawanan jarum jam.
- Memutar bagian pergelangan kaki.
Lebih lanjut mengenai sendi yang mengeluarkan bunyi “krek” sendiri biasanya terjadi pada jenis sendi gerak seperti ruas – ruas jari, punggung, leher, lutut, pergelangan kaki dan bahu. Kondisi sendi yang mengeluarkan bunyi “krek” ini biasanya terjadi karena beberapa faktor penyebab berikut ini.
1. Terjadi pengeluaran udara dalam cairan
Umumnya, cairan sinovial yang terdapat pada sendi dan berfungsi sebagai pelumas ini mengandung oksigen, nitrogen dan karbon dioksida. Ketika seseorang sengaja ingin membuat bunyi “krek” dari sendi, maka kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya peregangan pada kapsul sendi. Dan pada saat itulah terjadi pengeluaran gas yang terkandung dalam cairan dan berlangsung begitu cepat hingga membentuk gelembung.
2. Adanya gerakan bagian sendi, tendon dan ligamen
Faktor lain penyebab sendi mengeluarkan bunyi bunyi “krek” yakni karena adanya gerakan pada bagian sendi, tendon danl ligamen. Dimana ketika sendi mengalami pergerakan, maka posisi tendon akan bergeser sedikit keluar dari posisi awal. Baru ketika tendon sudah kembali ke posisi semula, maka seseorang biasanya akan mendengar bunyi “krek” dan bahkan ligamen akan semakin menegang.
3. Kondisi permukaan sendi yang kasar
Sendi dalam tubuh umumnya akan lebih sering mengeluarkan bunyi “krek” bagi penderita arthritis. Biasanya masalah ini terjadi karena tulang lunak yang halus menghilang dan akhirnya membuat permukaan sendi berubah menjadi kasar. Sementara itu, beberapa kondisi yang menjadi penyebab sendi berbunyi “krek” yakni karena radang sendi, cedera meniskus dan lain – lain.
Apakah sendi bunyi “krek” berbahaya?
Bagi Anda yang bertanya mengenai apakah sendi yang berbunyi “krek” berbahaya, maka jawabannya yakni tidak berbahaya. Sebab, persendian yang berbunyi ini merupakan kondisi yang umum dan normal terjadi selama tidak menimbulkan masalah rasa nyeri.
Sehingga dalam hal ini, Anda tidak perlu khawatir jika persendian Anda mengeluarkan suara / bunyi “krek” secara tiba – tiba setelah melakukan pergerakan tertentu.
Kendati demikian, sendi yang mengeluarkan bunyi secara terus menerus dan disertai dengan rasa sakit atau pembengkakan dapat menandakan bahwa ada masalah serius yang terjadi pada persendian. Jika Anda mengalami kondisi ini, maka sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dengan demikian, maka Anda akan memperoleh penanganan segera sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Bagaimana mengatasi sendi yang sering berbunyi “krek”?
Meskipun seperti yang kita ketahui tadi, bahwa sendi yang mengeluarkan bunyi “krek” tidak berbahaya, akan tetapi pada kondisi tertentu seperti misalnya menimbulkan rasa sakit mungkin akan membutuhkan yang namanya pengobatan secara medis.
Adapun beberapa jenis pengobatan yang diberikan dalam mengobati sendi yang mengeluarkan bunyi “krek” antara lain sebagai berikut :
- Menggunakan alat bantu penyangga atau belat untuk membantu menyelaraskan lutut, bahu ataupun siku sehingga cedera sembuh.
- Melakukan terapi fisik.
- Menggunakan alat ortotik seperti sisipan khusus yang diletakkan di sepatu untuk meredakan nyeri dan membantu seseorang agar tetap bergerak aktif.
- Mengonsumsi obat pereda nyeri sendi.
- Melakukan tindakan operasi seperti artroskopi untuk mengobati PF ataupun penggantian sendi.
Dari informasi penting yang sudah dijelaskan di atas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa sendi bunyi “krek” umumnya bukan merupakan hal yang bahaya selama tidak menimbulkan rasa nyeri bagi penderitanya.