RS Materna : Rumah Sakit Medan – Benjolan di hidung bisa menjadi indikasi penyakit sekaligus sumber ketidaknyamanan. Penyakit ini harus diwaspadai, apalagi jika disertai gejala tambahan seperti pusing, penglihatan yang buruk, atau demam yang berkepanjangan.

Hidung merupakan bagian dari sistem pernapasan dan merupakan tempat masuknya udara ke dalam tubuh. Benjolan di hidung dapat mengganggu kemampuan hidung untuk bernapas dan mencium bau. Adanya benjolan di hidung bisa menandakan berbagai gangguan mulai dari infeksi hingga polip hidung hingga kanker. Mengobati tonjolan hidung juga disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.
Beberapa Penyakit yang Menimbulkan Benjolan di Hidung
Benjolan di hidung sering dikaitkan dengan beberapa penyakit berikut:
1. Polip
Polip hidung adalah pertumbuhan lunak yang tidak bersifat kanker pada lapisan saluran hidung atau sinus Anda. Mereka menjuntai dari langit-langit seperti tetesan air mata atau anggur. Mereka disebabkan oleh peradangan terus-menerus dan terkait dengan asma, infeksi berulang, alergi, sensitivitas obat, dan beberapa penyakit imunologi.
Polip hidung yang kecil tidak mungkin menimbulkan gejala. Pertumbuhan atau kelompok polip hidung yang lebih besar dapat menyumbat saluran hidung Anda, menyebabkan kesulitan bernapas, sulit merasakan bau, dan infeksi berulang.
Meskipun polip hidung dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa. Meskipun obat-obatan seringkali dapat mengurangi atau menghilangkan polip hidung, terkadang diperlukan pembedahan untuk mengangkatnya. Polip hidung sering muncul kembali bahkan setelah terapi yang baik.
Hidung meler, hidung tersumbat, lendir di bagian belakang tenggorokan (postnasal drip), fungsi penciuman berkurang, sering mendengkur, sleep apnea, dan sakit kepala adalah gejala umum polip hidung.
Polip hidung dapat diobati dengan obat yang mengurangi gejala dan peradangan, seperti budesonide atau mometasone dalam bentuk semprotan atau obat steroid oral. Jika polip tidak membaik dengan pengobatan, dokter mungkin meresepkan pembedahan.
2. Folikulitis Hidung
Folikulitis hidung adalah pembengkakan pada folikel rambut hidung yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus. Selain itu, tindik hidung, mengorek hidung dan menghilangkan bulu secara berlebihan, serta adanya benda asing di hidung semuanya dapat menyebabkan folikulitis.
Folikulitis hidung dibedakan dengan berbagai gejala, antara lain munculnya benjolan merah di sekitar folikel rambut, kulit gatal dan iritasi, serta munculnya lepuh berisi nanah. Jika tidak diobati, tumor hidung ini dapat menyebabkan konsekuensi termasuk infeksi dan trombosis sinus kavernosus (TSC).
Untuk mengobati folikulitis, dokter akan memberikan antibiotik, baik secara oral maupun topikal untuk membunuh bakteri penyebab infeksi dan mengurangi peradangan. Jika folikulitis tidak kunjung membaik setelah pemberian antibiotik, dokter mungkin akan melakukan beberapa prosedur untuk mengeluarkan nanah dari benjolan tersebut.
3. Kanker Nasofaring
Kanker nasofaring berkembang di bagian nasofaring, yaitu daerah di belakang hidung dan di belakang langit-langit mulut. Kanker ini berkembang ketika sel-sel kanker di jaringan nasofaring berkembang biak tak terkendali, baik akibat infeksi virus atau akibat merokok atau minum alkohol.
Berikut ini adalah beberapa tanda atau gejala kanker nasofaring:
- Sakit tenggorokan
- Mimisan
- Kesulitan bernapas atau berbicara
- Sakit kepala
- Kesulitan mendengar
- Dan sakit di telinga
Pengobatan kanker nasofaring, seperti halnya pengobatan kanker pada umumnya, tergantung pada tingkat keparahan serta keganasannya. Kanker nasofaring dapat diobati dengan radiasi, kemoterapi, atau operasi.
Tips Menjaga Kesehatan Hidung
Menjaga kesehatan hidung dapat membantu menghindari berbagai masalah hidung, termasuk pembentukan tulang hidung. Berikut ini adalah beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan hidung Anda:
- Pastikan kebutuhan hidrasi Anda telah terpenuhi, terutama jika Anda berada di iklim yang kering dan panas
- Jaga kebersihan hidung dengan rutin membasuhnya dengan air garam hangat
- Menjaga kelembaban udara yang cukup di dalam ruangan agar bagian dalam hidung tidak kering
- Mencegah polusi udara dan asap rokok untuk melindungi lapisan dalam hidung
- Hirup uap air hangat 4-6 kali setiap hari.
Jika Anda mengalami benjolan di hidung, segera kunjungi dokter, terutama jika hidung Anda berdarah atau kesulitan bernapas. Ini sangat penting agar Anda menerima terapi sesegera mungkin.