RS Materna Medan | Pentingnya Peran Anestesi Dalam Sistem Pembedahan Modern – Istilah anestesi atau pembiusan mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita semua. Ya, jika Anda harus menjalani operasi atau pembedahan untuk pengobatan penyakit, dokter tentunya harus menyuntikkan obat anestesi terlebih dahulu. Sehingga, Anda akan mengalami ketidaksadaran dalam periode tertentu dan tidak merasakan sakitnya sayatan pisau bedah.

Dalam dunia medis, anestesi memang artinya suatu prosedur atau tindakan yang membuat pasien tidak merasa sakit selama dilakukan pembedahan. Obat bius tersebut dapat mematikan indra pada bagian tertentu atau bahkan seluruh tubuh termasuk otak. Maka, tindakan media tidak akan menyiksa pasien serta akan cenderung berjalan lebih lancar.
Tindakan Medis Yang Membutuhkan Anestesi
Namun, tentunya tidak semua tindakan medis membutuhkan anestesi. Dokter biasanya mempertimbangkan jenis prosedur yang akan dilakukan serta kondisi pasien itu sendiri.
Secara umum, ada beberapa hal yang membuat dokter harus melakukan tindakan anestesi. Diantaranya adalah sebagai berikut.
- Tindakan pembedahan dengan sayatan di kulit dan daging,
- Tindakan medis yang membutuhkan durasi cukup lama,
- Tindakan medis yang mengakibatkan pasien kehilangan banyak darah,
- Tindakan medis yang memungkinkan pasien terpapar lingkungan yang dingin,
- Tindakan medis yang mempengaruhi sistem pernapasan pasien, biasanya dilakukan di area dada dan perut bagian atas.
Pentingnya Peran Anestesi Dalam Sistem Pembedahan Modern
Lebih lanjut, untuk mengetahui peran anestesi dalam sistem pembedahan modern, perlu dipelajari terlebih dahulu jenis-jenisnya. Pada dasarnya, pembiusan dilakukan secara sementara untuk memblokir sinyal sensorik yang merasakan rasa nyeri dari saraf ke pusat otak. Kemudian, saraf perifer yang berfungsi sebagai penghubung antara sumsum tulang dan seluruh tubuh juga akan berhenti bekerja.
Walaupun memiliki cara kerja yang sama, efek yang dihasilkan bisa berbeda-beda tergantung jenis dan lokasi yang disuntikkan obat anestesi. Berikut ini adalah beberapa macam anestesi yang umum digunakan di dunia medis.
Anestesi Umum
Jenis anestesi yang pertama adalah anestesi umum. Jenis yang satu ini menyebabkan pasien tidak sadar sama sekali selama prosedur pembedahan. Pasien dibuat seperti tertidur sehingga tidak bisa merasakan apapun yang terjadi di luar sana. Setelah sadar, Anda juga tidak akan ingat sama sekali kejadian pada saat dibius.
Cara kerja anestesi umum adalah obat disuntikkan ke pembuluh darah. Obat ini bekerja dengan menghentikan otak dalam merespon pesan sensorik dari sistem saraf di tubuh. Efek ini tidak akan hilang sampai jangka waktu tertentu di dalam tubuh.
Pembiusan umum biasanya digunakan untuk operasi-operasi besar yang menyangkut organ-organ vital di tubuh. Contohnya adalah pada prosedur operasi jantung, paru-paru, otak, perut, pembuluh darah arteri, dan sebagainya.
Anestesi Lokal
Anestesi jenis berikutnya adalah anestesi lokal atau anestesi yang hanya memberikan efek tidak sadar pada bagian tubuh tertentu. Bagian tubuh yang diberikan anestesi tidak akan merasakan sakit saat dilakukan prosedur pembedahan.
Ada beberapa cara untuk memberikan anestesi lokal, yaitu melalui suntikan, tetes, semprotan, atau krim. Anestesi lokal biasa digunakan misalnya pada saat melakukan operasi caesar, cabut gigi, pemasangan KB implan, operasi di area genital, dan lain sebagianya.
Anestesi Regional
Anestesi Regional hampir mirip dengan anestesi lokal, namun area yang dikenai efek bius lebih luas. Prosedur pembiusan yaitu dengan cara menyuntikkan obat di dekat saraf yang berfungsi menyalurkan efek sensorik ke bagian-bagian tubuh tertentu. Maka, setelah menerima suntikan, bagian-bagian tubuh tersebut akan mati rasa.
Contoh anestesi regional adalah pembiusan epidural, spinal, dan blok saraf perifer. Anestesi jenis epidural dan spinal biasa digunakan pada saat proses persalinan normal dan kandung kemih. Pasien tetap sadar pada proses pembiusan ini, akan tetapi tidak merasakan rasa sakit.
Sementara itu, blok saraf perifer, biasa digunakan sebagai pembiusan tambahan pasca operasi. Dengan jenis anestesi ini, bagian yang baru saja dioperasi tidak akan merasakan sakit.
Sedasi
Sedasi hampir mirip dengan anestesi umum, namun dalam dosis yang lebih sedikit untuk menghasilkan kondisi seperti tertidur. Tingkatan dalam pembiusan sedasi bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan. Biasanya, sedasi membuat Anda merasa mengantuk dan lebih rileks.
Menariknya, walaupun Anda merasa seperti tertidur, Anda masih bisa berkomunikasi dengan tim dokter yang sedang melakukan tindakan operasi. Ingatan yang didapat pasca operasi berbeda-beda. Mungkin Anda bisa mengingat semuanya, beberapa hal, atau lupa sama sekali.