Apa Bedanya Skin Tag dan Kutil dan Haruskah Dihilangkan?

RS Materna Medan – Pernah menemukan benjolan kecil di kulit yang bentuknya mirip kutil? Bisa jadi itu bukan kutil, melainkan skin tag. Walau keduanya tampak sejenis, sebenarnya mereka sangat berbeda.  Apa Bedanya Skin Tag dan Kutil dan Haruskah Dihilangkan?

Apa Itu Skin Tag?

Skin tag atau sering disebut “daging tumbuh” adalah benjolan kecil yang muncul di permukaan kulit. Bentuknya biasanya bulat kecil atau seperti menggantung, warnanya bisa sama dengan kulit atau agak gelap.

Skin tag paling sering muncul di area tubuh yang sering mengalami gesekan, seperti:

  • Leher
  • Ketiak
  • Kelopak mata
  • Bawah payudara
  • Lipatan paha

Penyebab skin tag belum sepenuhnya diketahui, tapi diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kelebihan berat badan, faktor genetik, perubahan hormon (seperti saat hamil), dan usia. Yang jelas, skin tag ini tidak menular, tidak berbahaya, dan sering kali muncul secara alami seiring pertambahan usia.

Apa Itu Kutil?

atau verruca, adalah benjolan yang muncul akibat infeksi virus HPV (Human Papillomavirus). Berbeda dengan skin tag, kutil bersifat menular dan bisa menyebar dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya, bahkan ke orang lain lewat kontak langsung.

Permukaan kutil biasanya lebih kasar dan keras dibanding skin tag. Kutil bisa muncul di banyak bagian tubuh seperti:

  • Jari dan tangan
  • Telapak kaki (sering terasa sakit saat berjalan)
  • Wajah
  • Area kelamin (kutil kelamin)

Karena penyebabnya adalah virus, kutil bisa berkembang biak dan muncul lebih dari satu. Inilah yang membuat kutil lebih berisiko dibanding skin tag, meskipun keduanya sama-sama bersifat jinak.

Skintag dan Kutil Apa Bedanya?

Pertama, dari penyebabnya, skin tag disebabkan oleh faktor fisik seperti gesekan kulit dan hormonal, sementara kutil disebabkan oleh virus HPV. Artinya, kutil bisa menular, sedangkan skin tag tidak.

Kedua, bentuk dan teksturnya berbeda. Skin tag biasanya lembut dan menggantung seperti daging kecil, sementara kutil lebih padat, menonjol, dan permukaannya kasar.

Ketiga, dari sisi risiko, skin tag biasanya hanya mengganggu penampilan atau menimbulkan iritasi ringan jika bergesekan dengan pakaian. Kutil justru harus diwaspadai karena bisa menyebar dan bahkan menyebabkan rasa sakit, terutama jika muncul di area seperti kaki atau kelamin.

Haruskah Dihilangkan?

Skin tag sebenarnya tidak wajib dihilangkan, kecuali jika terasa mengganggu secara estetika atau mudah teriritasi. Banyak orang memilih mengangkatnya untuk alasan penampilan atau kenyamanan. Namun, proses pengangkatan sebaiknya dilakukan oleh dokter agar aman dan tidak menimbulkan luka atau infeksi.

Berbeda dengan skin tag, kutil sebaiknya ditangani secara medis. Karena sifatnya menular, kutil bisa menyebar dengan cepat jika tidak ditangani. Dokter mungkin akan merekomendasikan metode seperti cryotherapy (pembekuan), laser, atau pengobatan topikal tergantung jenis dan lokasi kutil.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter kulit jika:

  • Benjolan tumbuh cepat atau berubah bentuk
  • Mengalami pendarahan, nyeri, atau infeksi
  • Muncul di area sensitif seperti wajah atau alat kelamin
  • Jumlahnya terus bertambah

Dokter akan membantu memastikan apakah benjolan tersebut adalah skin tag, kutil, atau kondisi kulit lain yang lebih serius.

Meskipun sekilas mirip, ini punya perbedaan mendasar. Skin tag adalah pertumbuhan kulit yang tidak menular dan umumnya tidak berbahaya. Sedangkan kutil disebabkan oleh virus HPV dan bisa menular ke orang lain atau ke bagian tubuh lain.

Jadi, jika kamu menemukan benjolan kecil di kulit, jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Lebih baik konsultasikan ke dokter kulit agar bisa diketahui secara pasti dan ditangani dengan tepat. Karena merawat kulit bukan hanya soal estetika, tapi juga soal menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Tinggalkan komentar