RS Materna : Rumah Sakit Medan | Dalam kehidupan sehari – hari, Anda mungkin pernah mendengar istilah bronkoskopi, bukan? Ya, istilah bronkoskopi dalam dunia medis ini sering kali dikatakan sebagai prosedur yang digunakan dalam pemeriksaan pada saluran pernapasan dan paru – paru menggunakan alat khusus bernama bronkoskop. Agar supaya Anda lebih paham mengenai pengertian bronkoskopi dan apa saja fungsi alat bronkoskopi, maka bisa simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Sekilas informasi tentang Bronkoskopi
Pada dasarnya, bronkoskopi merupakan suatu prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi saluran pernapasan dan paru – paru. Biasanya, pemeriksaan bronkoskopi ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang dinamakan dengan bronkoskop yakni berupa selang berukuran 1 x 60 cm yang dilengkapi lampu dan kamera di ujungnya.
Adapun bronkoskopi disini juga dikenal sebagai sebuah tabung tipis dengan kamera dan lampu di ujungnya. Pada saat pemeriksaan dilakukan, alat ini nantinya akan dimasukkan melalui hidung atau mulut ke dalam tenggorokan hingga mencapai paru – paru pasien.
Bahkan biasanya, bronkoskopi sendiri dilakukan dengan menggunakan sebuah selang fleksibel. Akan tetapi pada situasi tertentu, dokter mungkin akan menggunakan selang yang kaku. Seperti misalnya jika ada pendarahan di organ paru – paru. Adapun untuk dokter spesialis paru – paru biasanya menyarankan prosedur bronkoskopi pada pasien yang mana mengalami beberapa kondisi di antaranya sebagai berikut :
• Batuk terus menerus
• Mengalami infeksi
• Tidak dapat menemukan hasil pasti dari pemeriksaan rontgen dada
Apa saja fungsi alat Bronkoskopi bagi pasien?
Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bahwa bronkoskopi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelainan pada paru – paru. Selain itu, bronkospi juga dapat dilakukan untuk mengambil sampel lendir / jaringan dalam paru – paru, mengambil benda asing atau sumbatan lain dalam saluran napas dan dijadikan sebagai pengobatan untuk penyakit paru – paru.
Berkaitan dengan hal tersebut, alat bronkoskopi sendiri memiliki beberapa fungsi di antaranya yakni sebagai berikut :
- Membantu melakukan diagnosis kelainan pada organ paru – paru.
- Mengidentifikasi terjadinya risiko infeksi paru – paru.
- Melakukan biopsi pada jaringan paru – paru.
- Dapat membantu dalam melakukan pembuangan lendir, benda asing ataupun sumbatan lain yang terjadi pada paru – paru seperti halnya tumor.
- Membantu dalam hal pemasangan stent untuk membuka jalan napas.
- Mendiagnosis dan menentukan stadium penyakit kanker paru.
- Membantu dalam hal pengobatan gangguan pada paru – paru seperti pendarahan, penyempitan saluran napas atau paru – paru kolaps yang kemudian dikenal dengan nama bronkoskopi intervensi.
- Dapat melihat dengan lebih jelas kelenjar getah bening di dekat paru – paru.
Siapa saja yang memerlukan prosedur bronkoskopi?
Sudah disinggung di pembahasan sebelumnya, bahwa prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi saluran pernapasan dan paru – paru atau dikenal dengan bronkoskopi ini sangat disarankan bagi pasien dengan keluhan yang mengarah pada penyakit paru – paru. Adapun beberapa indikasi bronkoskopi pada pasien di antaranya yakni sebagai berikut :
- Pasien yang mengalami batuk kronis alias batuk yang tidak kunjung sembuh dan bahkan mengalami gejala batuk berdarah.
- Pasien dengan gangguan saluran sistem pernapasan.
- Pasien yang mengalami infeksi paru – paru.
- Pasien yang memiliki adanya kelainan dari hasil rontgen dada atau dikenal dengan istilah CT scan.
Apa saja Persiapan Menjalani Proses Bronkoskopi?
Sebelum melakukan prosedur bronkoskopi, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan di antaranya sebagai berikut :
- Menginformasikan kepada dokter mengenai obat – obatan yang sedang dikonsumsi. Hal ini penting sebab biasanya ada beberapa obat yang mungkin perlu dihentikan konsumsinya sekitar seminggu sebelum prosedur dilakukan.
- Pada saat hari prosedur bronkoskopi dilakukan, pasien akan diminta melepas kacamata lensa kontak, alat bantu dengar, gigi palsu atau kawat gigi.
- Usahakan ada pihak keluarga atau kerabat yang mengantar pasien lantaran efek obat bius biasanya akan membutuhkan beberapa jam untuk hilang sepenuhnya. Sehingga diperlukan pengawasan dari pihak keluarga untuk menjaga pasien selama obat bius masih bereaksi.
- Pasien nantinya akan diminta untuk berpuasa setidaknya satu malam sebelum prosedur bronkoskopi dilakukan.
Demikianlah informasi lengkap yang bisa Anda ketahui dan pahami seputar pengertian bronkoskopi, apa saja fungsi alat bronkoskopi sampai dengan persiapan penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan prosedur bronkoskopi.