Bagaimana Prosedur Pemeriksaan Bronkoskopi Bagi Pasien?

RS Materna : Rumah Sakit Medan | Dalam dunia medis, prosedur pemeriksaan bronkoskopi biasanya sering kali digunakan untuk membantu melakukan pemeriksaan saluran pernapasan dan paru–paru. Tujuan dilakukan pemeriksaan ini yakni untuk memudahkan bagi dokter dalam mendiagnosis atau mengatasi sejumlah gangguan pada saluran pernapasan dan paru – paru.

Prosedur Pemeriksaan Bronkoskopi

Yang menjadi pertanyaan disini adalah, bagaimana prosedur pemeriksaan melakukan bronkoskopi yang satu ini? Jika Anda mungkin saja penasaran dan ingin tahu informasi selengkapnya, maka bisa menyimak penjelasannya di artikel berikut ini.

Hal Penting Sebelum Melakukan Prosedur Bronkoskopi

Sebagai informasi, bronkoskopi sendiri merupakan salah satu prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mencari tahu masalah yang terdapat di dalam saluran udara (bronkus) dengan menggunakan teleskop. Biasanya, prosedur ini akan dilakukan oleh dokter spesialis paru – paru. Berkaitan dengan bronkoskopi, biasanya ada komplikasi dari prosedur ini yang dikatakan jarang terjadi dan tidak berdampak serius. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa prosedur bronkoskopi ini bisa berakibat parah.

Adanya komplikasi ini bisa saja terjadi jika saluran udara meradang atau rusak lantaran suatu penyakit. Adapun beberapa komplikasi yang bisa saja terjadi akibat bronkoskopi antara lain sebagai berikut :

1. Berdarah
Biasanya, kondisi perdarahan ini sangat mungkin terjadi ketika biopsi yang dilakukan. Untuk perdarahan yang terjadi biasanya relatif ringan dan dapat diatasi dengan cepat.

2. Robeknya paru – paru
Selama melakukan prosedur bronkoskopi, biasanya ada kemungkinan jalan napas rusak. Bahkan jika paru – paru tertusuk, udara bisa terkumpul di ruang sekitar paru – paru dan mengakibatkan paru – paru kolaps.

3. Demam
Selanjutnya, ada komplikasi bronkoskopi berupa demam yang biasanya terjadi setelah melakukan prosedur ini. Akan tetapi, hal ini bukanlah menjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan lantaran tidak terkait dengan infeksi.

Bagaimana Prosedur Pemeriksaan Bronkoskopi?

Mengenai prosedur bronkoskopi sendiri, sebelumnya dokter biasanya akan melakukan konsultasi terhadap pasien mengenai pengobatan apa saja yang pernah dilakukan, termasuk jika pasien tersebut memiliki alergi terhadap obat – obatan tertentu. Bahkan, pasien juga biasanya akan diminta berpuasa dan minum sebelum prosedur bronkoskopi ini dilakukan. Adapun jika dokter meminta pasien mengonsmsi obat sebelum melakukan prosedur ini, maka bisa meminumnya dengan seteguk air saja.

Pada dasarnya, bronkoskopi sendiri memakan waktu kurang lebih selama 15 menit. Nantinya, dokter akan memeriksa lubang hingga ke dalam paru – paru Anda dengan menggunakan teleskop fleksibel (bronkoskop). Selanjutnya, dokter akan menggunakan bronkoskop tersebut untuk memeriksa saluran udara pasien. Dalam membantu membuat diagnosis, dokter bisa sekaligus melakukan biopsi dan memasukkan sejumlah kecil cairan di paru – paru dan kemudian membuangnya.

Apa Saja Yang Harus Dilakukan Setelah Prosedur Bronkoskopi?

Setelah prosedur bronkoskopi dilakukan, biasanya akan ada beberapa hal penting yang perlu diingat bagi para pasien. Dimana hal – hal penting yang umum harus diingat oleh pasien yang telah menjalani prosedur bronkoskopi antara lain sebagai berikut :

  • Tidak diperbolehkan makan atau minum apapun selama kurang lebih 1 – 2 jam, sampai pasien benar – benar dapat menelan sesuatu tanpa tersedak.
  • Setelah itu, pasien bisa mengonsumsi makanan seperti sedia kala, yakni dimulai dengan sedikit air.
  • Selanjutnya, pasien diminta untuk meludahkan air liur sampai benar – benar dapat menelan sesuatu tanpa tersedak.
  • Dilarang untuk mengemudikan kendaraan selama minimal 8 jam setelah melakukan prosedur bronkoskopi.
  • Tidak diperbolehkan untuk merokok setidaknya selama 24 jam setelah prosedur bronkoskopi.

Tindakan dokter Pada Pasien yang Sudah Menjalani Bronkoskopi?

Dalam selang waktu satu sampai dengan tiga hari, biasanya dokter akan memberitahukan informasi seputar hasil dari prosedur bronkoskopi yang sudah dijalani oleh pasien. Disini, pihak doketr biasanya akan menggunakan hasil bronkoskopi untuk menentukan jenis pengobatan apa yang tepat dalam mengatasi penyakit paru – paru yang diderita oleh pasien.

Selain itu, dokter juga biasanya akan melakukan biopsi saat prosedur bronkoskopi yang nantinya hasilnya akan diteliti oleh pihak patologis. Dan mungkin saja hasilnya akan memakan waktu lebih lama lantaran penelitian sampel jaringan ini membutuhkan persiapan yang lebih panjang.

Itulah tadi informasi penting yang bisa Anda ketahui dan pahami seputar prosedur pemeriksaan bronkoskopi yang dijalani oleh pasien dalam mendiagnosis atau mengatasi sejumlah gangguan pada saluran pernapasan dan paru – paru.

Tinggalkan komentar