Mekanisme Pemeriksaan EEG Pada Anak

RS Materna : Rumah Sakit Medan | Apakah anda pernah mendengar istilah Electroencephalography (EEG)? Apa arti dari istilah tersebut? Di dunia medis, itu merupakan tes atau pemeriksaan penyakit pada otak. Jadi, tes ini untuk mendeteksi adanya aktivitas listrik otak yang tidak wajar. Jika terdapat kelainan ataupun masalah, maka terlihat dari garis-garis gelombang di rekaman EEG.

Mekanisme Pemeriksaan EEG Pada Anak

Tes EEG juga termasuk salah satu pemeriksaan diagnostik utama penyakit epilepsi. Ketahui tentang apa saja gangguan yang didiagnosis oleh tes EEG, dan juga mekanisme pemeriksaan Electroencephalography (EEG) pada anak berikut ini.

Mengapa Dilakukan Pemeriksaan EEG?

Pada tes Electroencephalography atau EEG, bisa menentukan perubahan pada aktivitas otak yang nantinya mungkin bermanfaat untuk mendiagnosis gangguan yang terjadi pada otak pasien. Gangguan kejang juga termasuk, tes EEG juga bermanfaat untuk bisa mendiagnosis ataupun mengobati beberapa gangguan di bawah ini.

  • Gangguan tidur
  • Peradangan pada otak atau ensefalitis
  • Tumor otak
  • Adanya kerusakan otak yang diakibatkan oleh cedera kepala
  • Disfungsi otak yang bisa memiliki sejumlah penyebab atau ensefalopati
  • Trauma di kepala

Pemeriksaan EEG bisa digunakan pula untuk mengkonfirmasi adanya kematian otak pada pasien yang koma persisten. Selanjutnya di bawah ini adalah prosedur atau mekanisme pemeriksaan Electroencephalography (EEG) pada anak.

Prosedur Tes EEG

1. Yang Harus Diperhatikan Selama Tes EEG Dijalankan
Selama pemeriksaan EEG dijalankan, anda mungkin perlu tidur. Jadi, pasien akan diminta mengurangi jam tidur di waktu malam sebelumnya. Apabila pemeriksaan EEG dijalankan dengan kondisi pasien sedang tertidur, pada orang dewasa disarankan tidak tidur melebihi 4-5 jam.

Namun untuk pasien yang masih anak-anak, mungkin tidak boleh tidur melebihi 5-7 jam di malam sebelum pemeriksaan EEG. Pemeriksaan EEG pada anak ini juga dokter akan memberikan saran ataupun cara lainnya untuk dapat membantu anak tidur lebih mudah selama tes dilakukan.

2. Mekanisme Tes
Jangan takut saat hendak menjalani prosedur pemeriksaan EEG. Pasien mungkin merasakan sedikit ketidaknyamanan saat menjalani EEG, tetapi elektroda di kulit kepala takkan memberi rasa sakit atau sensasi apapun. Alat itu hanya akan merekam gelombang pada otak. Adapun prosedur EEG antara lain yaitu :

  • Kulit kepala akan ditandai terlebih dahulu oleh tenaga medis dengan pensil khusus, supaya menunjukkan area mana tepatnya yang harus dipasang elektroda
  • Untuk meningkatkan kualitas rekaman, tanda di kulit kepala mungkin akan digosok memakai krim berpasir juga
  • Tenaga medis akan menempelkan elektroda memakai perekat khusus. Elektroda terhubung dengan kabel menuju ke instrumen yang akan memperkuat gelombang otak serta merekamnya menggunakan alat komputer
  • Setelah berhasil terpasang, tes EEG umumnya berdurasi sekitar 60 menit, dan bisa lebih lama pada pemeriksaan di kondisi tertentu yang mengharuskan pasien untuk tidur
  • Saat tes dijalankan, pasien dapat diminta membuka ataupun menutup mata, serta melakukan sejumlah tugas ringan. Misalnya membaca kalimat, melihat gambar atau cahaya berkedip, maupun bernapas dalam-dalam
  • Video nantinya akan direkam dengan rutin selama pemeriksaan EEG. EEG merekam pada gelombang otak dan kamera video menangkap gerakan pada tubuh. Kedua rekaman itu bisa membantu dokter untuk mendiagnosis serta mengobati kondisi tertentu yang dialami.

Jenis Pemeriksaan EEG

Beberapa jenis pemeriksaan EEG tentunya juga harus diketahui. Yang pertama ada pemeriksaan EEG secara rutin, pemeriksaan EEG berhubungan dengan permasalahan atau gangguan tidur dan EEG rawat jalan. Tak hanya itu, ada lagi jenis pemeriksaan Telemetri video serta Telemetri EEG invasif.

Pada Telemetri EEG invasif ini tidak umum dilakukan, namun bermanfaat untuk dapat memeriksa pembedahan pada beberapa pasien dengan penyakit epilepsi lebih kompleks lagi. Maka dari itu harus dilakukan pembedahan agar dapat menempatkan elektroda langsung pada otak supaya penyebab kejang bisa diketahui.

Sebuah tambahan atau bisa dibilang tips untuk persiapan menjalani tes EEG, sebaiknya pasien membawa sisir. Mengapa? Karena biasanya setelah diperiksa, rambut menjadi agak berantakan. Jadi, pasien bisa menyisir rambut jika memang diperlukan, agar rambut tidak berantakan.

Itulah mekanisme pemeriksaan Electroencephalography (EEG) pada anak, sampai dengan jenis-jenis pemeriksaan EEG. Pemeriksaan ini biasanya dijalankan di laboratorium ataupun rumah sakit yang menyediakan berbagai alat yang memadai untuk segala rangkaian pemeriksaan.

Tinggalkan komentar