Apa Sih Tujuan Pemeriksaan EEG?

RS Materna : Rumah Sakit Medan | Seiring berjalannya waktu perkembangan di dunia medis semakin meningkat, salah satunya yakni ada istilah yang disebut dengan EEG. Ini disebut juga dengan nama Electroencephalography atau Elektroensefalografi.

Apa Sih Tujuan Pemeriksaan EEG?

Mungkin anda bertanya-tanya tentang apa arti dari istilah tersebut di dunia medis serta apa sih tujuan pemeriksaan EEG? Tak perlu bingung, karena anda akan mengetahuinya di bawah ini. Mari kupas lebih dalam tentang tes EEG dan beberapa hal lain terkait EEG yang harus diketahui.

Mengenal EEG

Apa itu pemeriksaan EEG? Dilansir dari Hello Sehat, Electroencephalography ini merupakan sebuah tes pengukuran aktivitas listrik pada otak. Tes ini menggunakan suatu alat yang bentuknya cakram logam kecil atau elektroda yang nantinya dipasang di kulit kepala.

Lalu, apa sih tujuan pemeriksaan EEG? Seperti di atas tadi, tujuannya yaitu untuk bisa mengukur aktivitas listrik di otak, sehingga dapat diidentifikasi apakah terdapat aktivitas listrik yang tidak normal. Yang mana, mungkin mengindikasikan ada kelainan pada sistem saraf ataupun penyakit otak tertentu.

Pemeriksaan EEG adalah pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh para spesialis yang sudah terlatih, yakni disebut neurofisiologi klinis. Adapun fungsi EEG yang utama adalah mendeteksi serta menyelidiki tentang epilepsi. Nah, epilepsi ini merupakan kondisi yang bisa mengakibatkan seseorang kejang-kejang berulang atau kambuhan.

Maka dari itu, dengan adanya tes EEG atau tes rekam otak, dokter bisa mengidentifikasi apa jenis epilepsi yang sedang dialami. Selain itu, juga mengidentifikasi beberapa hal yang memicu terjadinya kejang, serta pengobatan yang efektif dan tepat. Tetapi, tes EEG juga bisa dilakukan untuk sejumlah kondisi lainnya.

Persiapan Sebelum Periksa EEG

Tentunya ada sejumlah tahapan atau hal-hal yang harus anda pahami sebelum nantinya pemeriksaan EEG dilakukan. Biasanya tim media juga akan memberitahu kepada anda apa saja yang harus anda lakukan serta persiapkan. Berikut ini adalah persiapan secara umum sebelum periksa EEG.

  • Keramas menggunakan shampo, namun bukan yang kondisioner
  • Hindari produk rambut, misalnya gel maupun hairspray setelah keramas dan pada sebelum tes dilakukan
  • Pastikan anda sudah memberitahu dokter serta tim medis tentang obat-obatan dan juga suplemen yang sedang dikonsumsi, termasuk juga herbal
  • Hindari konsumsi makanan dan minuman yang ada kandungan kafein pada 8-12 jam sebelum pemeriksaan dilakukan
  • Jangan berpuasa di malam sebelum pemeriksaan ataupun pada hari ketika pemeriksaan dijalankan. Jika gula darah menjadi rendah dikarenakan puasa, dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan EEG.

Efek Samping dari Pemeriksaan EEG

Setelah tadi anda mengetahui persiapan saat sebelum pemeriksaan EEG dijalankan, ada sejumlah efek samping yang mungkin anda rasakan. Perlu anda ketahui terlebih dahulu bahwa, tes EEG sudah digunakan selama bertahun-tahun di dunia medis. Tes ini juga dinilai aman dan tidak menimbulkan semacam rasa sakit ataupun sensasi apapun kepada pasiennya.

Pada umumnya, pasien akan merasakan lelah saja dan rambut menjadi berantakan ketika pemeriksaan selesai dilakukan. Di beberapa kasus bisa jadi anda juga mengalami pusing dan juga kesemutan di bagian bibir serta jari tangan ketika pemeriksaan dijalankan.

Bukan hanya itu, sebagian orang mungkin mengalami kemerahan, ruam, maupun iritasi pada kulit di area di mana elektroda untuk tes EEG tadi dipasang. Namun hal tersebut biasanya hanya terjadi sebentar saja dan bisa hilang dalam kurun waktu beberapa jam. Pada kasus tertentu, pasien dapat mengalami kejang pada saat prosedur EEG dilakukan.

Umumnya itu terjadi pada pasien yang memiliki gangguan kejang yang mungkin memang sengaja dipicu tim medis untuk mencatat berbagai aktivitas pada otak selama kejang terjadi. Tetapi, proses kejang tersebut juga dapat disebabkan dari lampu berkedip ataupun perubahan pada pola pernapasan yang terjadi saat pemeriksaan.

Apabila hal tersebut terjadi pada diri anda, maka tim medis nantinya akan dengan segera memberikan perawatan yang tepat apabila memang diperlukan. Efek samping lainnya mungkin bisa terjadi pada pasien di kondisi medis tertentu.

Nah, sekarang sudah tahu, kan, apa sih tujuan pemeriksaan EEG? Selain itu juga tentang fungsi EEG, persiapan sebelum pemeriksaan EEG hingga efek sampingnya. Pastikan untuk selalu mengonsultasikan dengan dokter, termasuk jika memang mempunyai kondisi medis lainnya yang perlu diperhatikan.

Tinggalkan komentar