Rumah Sakit Materna Medan | Pertumbuhan dan perkembangan anak ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor eksternal seperti terpenuhinya nutrisi dan lingkungan sekitar ternyata memiliki peran yang sangat penting. Supaya pertumbuhan dan perkembangan anak lebih optimal, dibutuhkan peran orangtua. Nah, berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak.

Faktor Genetika
Faktor genetika mempengaruhi sebagian besar pertumbuhan anak, mulai dari berat badan, postur tubuh, warna mata, bakat, kecerdasan, hingga tekstur rambut. Bahkan, genetika juga mempengaruhi kondisi kesehatan anak. Penyakit diabetes, obesitas, dan penyakit jantung merupakan beberapa masalah kesehatan yang dapat diturunkan dari orangtua ke anak.
Faktor Lingkungan
Selain genetika, faktor lingkungan pun turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi tumbuh kembang si kecil ialah kondisi geografis atau tempat tinggal. Tak hanya itu, lingkungan sosial juga mempengaruhi perkembangan anak.
Anak yang tumbuh di keluarga dan lingkungan sekolah yang penuh kasih, cenderung lebih terampil. Anak-anak juga cenderung memiliki kepribadian dan kepercayaan diri yang baik. Dari segi akademik, anak yang tumbuh di lingkungan positif juga lebih unggul.
Faktor lingkungan yang juga turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak ialah kebersihan lingkungan. Anak yang tumbuh di lingkungan dengan sumber air dan bahan makanan tercemar zat kimia, berisi terhambat pertumbuhannya. Lingkungan dengan tingkat pencemaran yang tinggi juga bisa meningkatkan risiko kelainan fisik dan melemahnya sistem kekebalan tubuh anak.
Jenis Kelamin Anak
Nyatanya, pertumbuhan dan perkembangan anak juga dipengaruhi oleh jenis kelaminnya. Anak laki-laki cenderung memiliki lingkar kepala yang lebih besar dibanding anak perempuan pada tahun pertama kehidupan anak. Begitupun dengan berat dan tinggi badannya.
Perbedaan pertumbuhan pada anak perempuan dan laki-laki dipengaruhi oleh hormon. Hormon ini pula yang nantinya akan mempengaruhi tumbuh kembangnya saat memasuki masa remaja. Dibanding anak laki-laki, pertumbuhan fisik anak perempuan cenderung lebih cepat saat menginjak usia remaja.
Pola Asuh Orangtua Turut Mempengaruhi Anak
Pola asuh yang diterapkan sejak bayi juga memiliki andil yang besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh positif cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan lebih mandiri.
Mereka tidak akan ragu untuk mencoba hal-hal baru untuk menjawab rasa penasarannya. Selain itu, anak-anak juga akan memiliki kebiasaan yang baik. Begitupun sebaliknya, bila anak dibesarkan dengan pola asuh yang toxic maka akan meniru hal-hal negatif yang dilakukan orangtuanya. Sebab itu, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang sehat agar pertumbuhan dan perkembangan si kecil lebih optimal.
Nutrisi dan Gizi yang Diberikan
Tumbuh kembang anak juga dipengaruhi oleh nutrisi dan gizi yang diberikan. Agar kebutuhan gizinya tercukupi, pastikan anak mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Selain itu, tambahkan sayur dan buah-buahan ke dalam menu makan anak supaya kebutuhan vitaminnya terpenuhi.
Jika anak susah untuk makan buah dan sayur, Anda bisa mengolahnya menjadi menu yang lebih menarik. Meskipun terkesan sepele, tapi makanan yang dikonsumsi setiap harinya memiliki peran krusial. Sistem kekebalan tubuh akan cenderung meningkat sehingga anak-anak tidak mudah sakit bila mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
Permainan dan Tontonan Anak Mempengaruhi Tumbuh Kembangnya
Selain kelima faktor di atas, permainan dan tontonan anak juga mempengaruhi pertumbuhannya. Anak yang sejak dini diberi stimulus lewat permainan edukatif akan lebih cerdas dan mandiri. Kemampuannya dalam memecahkan masalah cenderung meningkat. Begitupun dengan kemampuan anak dalam bersosialisasi.
Lain halnya bila anak sudah terpapar gadget secara berlebihan. Alih-alih meningkatkan kemampuan kognitif, anak yang terlalu sering bermain gadget bisa mengalami kecanduan. Akibatnya, kemampuan bersosialisasinya pun akan menurun.
Sebenarnya mengenalkan anak pada gadget boleh saja dilakukan. Namun, orang tua harus lebih bijak agar si kecil tidak keterusan. Anda bisa menetapkan jadwal kapan si kecil harus bermain gadget dan kapan harus melakukan aktivitas fisik. Selain itu, batasi penggunaan gadget sesuai dengan usia anak. Itulah enam faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak di usia dini.