Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula, Apa Saja?

RS Materna Medan | Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula – Tidak semua bayi cocok dengan produk-produk susu formula yang ada di pasaran. Beberapa bayi menunjukkan ciri-ciri tidak cocok susu formula karena intoleransi laktosa atau alergi. Kedua kondisi ini seringkali menimbulkan masalah pencernaan yang terkadang membuat ibu bingung. Itu sebabnya, penting bagi orangtua untuk mengetahui tanda-tanda bayi tidak cocok minum susu formula.Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula

Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula

Pada dasarnya, memberikan ASI eksklusif kepada bayi sebagai sumber nutrisi sangatlah disarankan. Sayangnya, ada beberapa alasan yang menyebabkan sebagian ibu tidak bisa memberikan ASI eksklusif. Agar nutrisi anak terpenuhi, memberikan susu formula jadi pilihan para ibu.

Padahal, beberapa bayi justru alergi terhadap beberapa kandungan dalam susu formula. Lalu, apa saja tanda-tanda bayi tidak cocok susu formula?

1. Perut Kembung dan Sembelit
Tanda yang paling umum terjadi ketika bayi tidak cocok susu formula adalah perut kembung dan sembelit. Kondisi ini bisa membuat si kecil tidak nyaman akibat adanya gas atau udara yang terperangkap di dalam perutnya. Sensasi kembung dan sembelit pada bayi sebenarnya bisa hilang sendiri setelah ia kentut, tetapi orangtua harus memahami penyebab utamanya.

Jika si kecil sering mengalami perut kembung dan sembelit setelah mengkonsumsi susu formula, maka Anda harus menghentikan penggunaan produk tersebut. Anda perlu menggantinya dengan susu formula yang tidak menyebabkan bayi sembelit.

2. Muntah
Bayi yang tidak cocok mengkonsumsi susu formula biasanya akan langsung muntah setelah meminumnya. Bukan sekadar gumoh, tapi muntah akut yang terjadi beberapa kali dalam batas waktu tertentu. Apabila asi kecil sering muntah selama lebih dari satu hari, Anda harus segera membawanya ke dokter spesialis anak.

Kondisi ini bisa saja disebabkan oleh alergi terhadap kandungan dalam susu formula. Selain itu, bayi yang muntah selama beberapa hari juga bisa disebabkan oleh stenosis pilorus hipertrofik atau gastrointestinal yang mencegah susu formula mengalir dari perut ke usus.

3. Anak Mengalami Diare
Selain sembelit, anak yang tidak cocok terhadap susu formula juga kerap kali mengalami diare. Intensitas buang air besar yang lebih sering dari biasanya bisa membuat si kecil kekurangan cairan bila tidak ditangani dengan tepat.

Meski begitu, diare pada anak juga bisa disebabkan oleh faktor lainnya. Oleh karenanya, ketika si kecil mengalami diare, Anda harus segera membawanya ke dokter spesialis anak untuk mengetahui penyebab utamanya. Jika diare yang terjadi akibat susu formula, maka hentikan pemberian susu dan carilah produk yang tidak menyebabkan diare.

4. Kolik
Kolik yang terjadi pada bayi ditandai dengan tangisan berjam-jam dan sulit untuk ditenangkan. Meskipun kondisi ini termasuk hal wajar pada bayi, tapi orangtua wajib waspada. Sebab kolik pada bayi bisa disebabkan tidak cocok terhadap susu formula yang diminumnya.

Apalagi jika kolik disertai dengan gejala lain, seperti pola buang air besar yang tidak normal, sering muntah dalam kurun waktu tertentu, dan bayi terlihat susah bernapas. Untuk mengetahui penyebab utama kolik pada bayi, Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis anak.

5. Bayi Menangis dan Rewel
Orangtua harus lebih jeli terhadap perubahan si kecil. Termasuk ketika bayi sering menangis dan rewel meskipun sudah diberi susu formula. Bisa jadi si kecil masih merasa lapar karena tidak cocok dengan susu formula yang diminumnya.

Kondisi ini juga kerap ditandai dengan bayi memalingkan muka dan menolak setiap kali diberi susu formula pada botol. Respons semacam ini bisa dianggap wajah bila terjadi sekali dua kali. Namun, jika kondisi ini terjadi secara terus menerus setiap kali diberi susu formula, berarti si kecil tidak tertarik dengan susu tersebut.
Selektif Dalam Memilih Susu Formula

Selain lima tanda di atas, bayi yang tidak cocok susu formula bisa mengalami ruam kulit, kesulitan bernapas karena hidung berair, hingga berat badan yang tidak bertambah. Bila mengalami hal tersebut, Anda harus lebih selektif dalam memilih susu formula. Saat membeli susu formula sebaiknya bacalah label yang tertera di kemasan dan pastikan produk tersebut tidak mengandung alergen.

Tinggalkan komentar