5 Macam Penyakit Paru-Paru yang Sering Terjadi

Rumah Sakit Medan – RS Materna | Secara garis besar, penyakit paru-paru yang umum dan sering terjadi bisa dikategorikan ke dalam beberapa jenis. Dan masing-masing jenis tersebut memiliki penyebab serta pengobatannya sendiri-sendiri.5 Macam Penyakit Paru-Paru yang Sering Terjadi

Ada penyakit pada paru-paru yang disebabkan oleh lingkungan, obat-obatan tertentu, ataupun penyakit autoimun. Biasanya, gejala yang timbul berupa batuh parah dan membutuhkan penanganan medis.

Dan dalam artikel kali ini, Anda bisa temukan pembahasan tentang 5 (lima) jenis penyakit paru-paru yang sering terjadi. Kelimanya jelas membutuhkan pengobatan dan penanganan yang sesuai. Berikut penjelasannya.

Asma
Merupakan salah satu penyakit paling umum yang menjangkit paru-paru, serta bisa menyerang siapa saja terlepas dari umurnya. Kondisi ini sendiri sebenarnya adalah penyakit peradangan kronis dan perlu ditangani dengan berbagai jenis obat.

Dengan pengobatan yang tepat, pasien penderita asma tetap bisa beraktivitas seperti biasanya. Hanya saja begitu pasien kesulitan atau mengalami rasa sakit saat bernapas, pasien harus langsung menghentikan kegiatannya dan mendapatkan bantuan dari dokter.

Gejala asma sangat bervariasi, dan bisa jadi sangat parah dalam beberapa kasus. Yang paling umum adalah batuk non-stop. Selain itu gejala lainnya juga meliputi kesulitan bernapas, susah tidur, dan sulit berkonsentrasi.

Bronkitis
Jenis penyakit paru-paru lainnya yang juga umum terjadi adalah bronkitis. Kondisi ini dikarenakan terjadinya peradangan pada saluran bronkial, sehingga saluran tersebut menyempit dan udara jadi sulit lewat. Akibatnya, penderita akan mengalami batuk.

Biasanya, penyebab bronkitis adalah infeksi yang akan membaik dalam hitungan hari. Hanya saja, dalam kasus yang lebih parah kondisi ini bisa berkembang menjadi pneumonia.

Dalam kebanyakan kasus, bronkitis cukup diobati dengan antibiotik dan pasien tidak perlu menjalani rawat inap. Meski begitu, pasien bisa jadi perlu menemui dokter apabila kondisi dan gejala yang dialami semakin parah.

Bronkitis sering kali disebabkan oleh kebiasaan merokok. Selain itu, paparan terhadap polusi udara, debu, dan gas beracun juga bisa jadi penyebabnya. Selain itu, seseorang dengan riwayat bronkitis di keluarganya juga berisiko terserang penyakit ini.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK merupakan sekelompok penyakit paru-paru yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan jalan keluar-masuk udara tersumbat. Beberapa gejalanya seperti batuk, mengi, dan produksi lendir berlebih.

Pasien penderita PPOK diperlukan untuk rutin kontrol ke dokter dan mengubah gaya hidupnya agar gejalanya bisa dikendalikan. Dan begitu penyakitnya kambuh, pasien biasanya akan mendapatkan penanganan dalam bentuk pemberian obat, terapi oksigen, fisioterapi dada (rehabilitasi paru-paru), penggunaan alat bantu napas, dan bahkan operasi dalam kasus yang lebih parah.

Pulmonary Edema
Di samping itu ada pulmonary edema, yaitu penyakit yang menyerang paru-paru dan sering kali dikaitkan dengan kondisi di mana pasien tiba-tiba mengalami napas pendek. Ketika gejalanya timbul, kondisinya sering kali menakutkan.

Pasien pulmonary edema sering mengalami rasa sakit di dada, kesulitan bernapas, dan bahkan merasakan sensasi seolah tenggelam ketika kondisinya kambuh. Gejala lainnya bisa berupa keluarnya darah atau dahak berbusa saat batuk.

Ketika Anda mengalami salah satu dari gejala tersebut, Anda perlu segera menghubungi dokter. Apabila penyakit ini bisa dideteksi dan didiagnosis lebih dini, kemungkinan sembuhnya lebih tinggi. Dan untuk mengatasinya, pasien diharuskan untuk mengubah gaya hidup, terutama untuk menurunkan tekanan darah, elevasi, dan stres.

Kanker Paru-Paru
Di Indonesia, kanker paru-paru merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang paling banyak menjangkit para penderitanya. Bahkan, kanker paru-paru jadi penyebab pertama kematian karena kanker pada pria dan kedua pada wanita di seluruh dunia.

Penyakit yang satu ini sering kali dilekatkan pada perokok. Padahal, perokok pasif juga sama-sama berisiko menderita kanker paru-paru. Pasalnya, perokok pasif sering terkena paparan asap rokok dari orang lain. Selain itu, paparan zat kimia di lingkungan kerja juga bisa memicu penyakit ini.

Secara garis besar, ada 2 (dua) jenis kanker paru-paru: non-small cell dan small cell. Untuk pengobatannya sendiri, ada berbagai cara yang dapat dilakukan sesuai tingkat keparahannya.

Di stadium awal, operasi dapat dilakukan untuk mengangkat sel kanker. Tapi di stadium yang lebih lanjut, penanganan yang diperlukan untuk mengobati penyakit paru-paru ini biasanya adalah kemoterapi.

Tinggalkan komentar