Rumah Sakit Medan : RS Materna | Cara Menangkal Gejala Alergi Musiman Dengan Mudah – Alergi adalah respons tubuh yang berlebihan terhadap bahan kimia yang menimbulkan berbagai gejala. Makanan, serangga, obat-obatan, bahan kimia, serta serbuk sari bunga adalah beberapa penyebab yang mungkin muncul secara musiman atau hanya pada musim tertentu. Penyebab alergi musiman tersebut biasa disebut dengan sebutan alergen.
Sekilas Tentang Alergi Musiman
Sistem kekebalan tubuh orang dengan alergi akan merespons sesuatu yang biasanya tidak memengaruhi orang lain. Individu yang menderita alergi musiman, umumnya dikenal sebagai demam atau rinitis alergi, sering kali rentan terhadap serbuk sari dari berbagai tanaman. Penderita mungkin mengalami batuk, bersin, pilek, hidung tersumbat, dan gatal-gatal di sekitar mata, mulut, hidung, dan tenggorokan.
Istilah “alergi musiman” mengacu pada alergen seperti rumput, serbuk sari, dan jamur. Ada pula pemicu lain yang sering dikaitkan dengan musim, namun tidak semuanya selalu dikaitkan dengan musim di Indonesia, seperti:
- Asap dapat berasal dari pembakaran sampah atau dari kegiatan memasak
- Serangan dan sengatan hewan yang lebih sering terjadi pada musim kemarau
- Klorin pada kolam renang baik indoor maupun outdoor
- Bahan permen, seperti saat Halloween, Hari Valentine, Natal, dan Paskah
- Tanaman hijau dan karangan bunga.
Alergi dapat menimbulkan berbagai gejala pada tubuh. Mulai dari masalah kulit seperti gatal-gatal dan eksim, kemudian gangguan pada mata seperti mata berair dan gatal, gangguan pada hidung seperti pilek, gangguan saluran pernafasan seperti asma, dan gangguan saluran pencernaan seperti diare.
Cara Mencegah Alergi Musiman
Alergi dapat menyebabkan gangguan tidur, penurunan produktivitas, dan infeksi sinus. Hal ini terutama berlaku bagi orang-orang dengan penyakit kronis. Artinya, individu yang mengalami gejala lebih dari empat hari dalam seminggu dan lebih dari empat minggu dalam setahun.
Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindari alergi musiman:
1. Perhatikan Sirkulasi Udara Dalam Rumah
Jagalah agar rumah Anda sebisa mungkin bebas dari alergen. Anda dapat mencegah serbuk sari masuk ke dalam rumah dengan cara menutup jendela. Selain itu, hindari keluar rumah pada pagi hari dan saat angin sedang bertiup, karena pada saat itulah penyebaran serbuk sari paling besar.
Ingatlah untuk melepas sepatu dan mengganti pakaian setelah memasuki ruangan. Bersihkan debu dengan kain lembab sebelum menggunakan penyedot debu dengan filter udara yang baik setiap hari. Terakhir, sebelum tidur, mandilah untuk menghilangkan serbuk sari yang menumpuk di kulit dan rambut akibat aktivitas Anda.
2. Berolahraga Secara Rutin
Orang yang memiliki alergi dapat memperoleh manfaat dari olahraga treadmill sedang selama 30 menit. Berlari di atas treadmill, menurut penelitian di Thailand, sangat membantu meredakan gejala seperti hidung tersumbat dan bersin.
Olahraga dapat membantu mengatur protein inflamasi yang menyebabkan alergi. Selain itu, olahraga membantu membuka saluran udara hidung dan meredakan hidung tersumbat. Hanya saja penelitian ini belum mempertimbangkan manfaat olahraga di luar ruangan.
3. Modifikasi Pola Makan
Jika Anda alergi terhadap serbuk sari tertentu, makanan yang mengandung protein mirip serbuk sari, seperti apel dan ceri, dapat memperburuk gejala Anda. Jika beberapa makanan menyebabkan respons alergi, hindari memakannya secara mentah. Disarankan untuk merebusnya karena panas atau suhu tinggi dapat menyebabkan protein pemicu alergi terdegradasi.
4. Konsumsi Probiotik
Yogurt, susu, tempe, dan kefir semuanya mengandung probiotik. Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi probiotik dapat meningkatkan jumlah bakteri menguntungkan dalam tubuh, sehingga membantu pencegahan dan meredakan alergi hidung. Meskipun penelitian ini tidak dapat menemukan bentuk probiotik terbaik yang tepat, tidak ada salahnya mencoba yogurt dan makanan mengandung probiotik lainnya untuk menghindari alergi.
5. Melakukan Tindakan Medis
Suntikan alergi dapat membantu mencegah alergi, namun memakan waktu lama, memerlukan suntikan mingguan selama satu tahun dan suntikan bulanan selama tiga hingga lima tahun.
Antihistamin, yang menekan efek histamin selama respons alergi, tersedia dalam formulasi semprotan oral dan hidung. Semprotan hidung yang diberikan oleh dokter dapat diandalkan dan bekerja dengan cepat.
Selain itu, mencuci hidung dengan larutan garam merupakan metode yang efektif dan hemat biaya untuk mengurangi hidung tersumbat, menghilangkan lendir dan alergen, serta mengurangi penggunaan obat anti alergi. Larutan pencuci hidung dalam bentuk semprotan mudah didapat di toko obat.