RS Materna : Rumah Sakit Medan – Kalian pernah mendengar tentang ilusi, delusi, dan halusinasi? Biasanya kondisi ini sering dialami oleh orang yang menderita gangguan mental. Sebenarnya meski dianggap sama, ketiga kondisi ini memiliki perbedaan yang mencolok.

Gejala mental termasuk penyakit yang mengganggu kepribadian seseorang. Bahkan sebagian orang yang tidak tahan akan kondisi ini memerlukan perawatan kejiwaan, psikolog, dan sejenisnya. Supaya Anda lebih paham inilah penjelasan dari perbedaan ketiga kondisi tersebut.
Pengertian Ilusi, Delusi dan Halusinasi
Agar lebih jelas dan tidak keliru lagi, inilah penjelasan tentang ketiga kondisi kesehatan mental tersebut :
1. Ilusi
Ilusi adalah kondisi saat rangsangan yang didapatkan pada salah satu maupun beberapa pancaindra salah diartikan. Jadi, artinya tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Contoh ilusi adalah orang bisa melihat hewan di depan maka, padahal yang lewat hanya orang naik sepeda dan sebagainya.
2. Delusi
Delusi adalah gejala khas dari penderita gangguan jiwa, seperti, gangguan bipolar, kepribadian, juga demensia. Terkadang delusi bisa dialami oleh orang yang mengalami depresi.
Jadi, seseorang tidak bisa membedakan kondisi yang nyata dan tidak nyata. Contoh delusi, ketika Anda melihat seseorang meraba orang lain dan ingin menyakiti orang tersebut, padahal itu tidak ada.
3. Halusinasi
Sedangkan tentang halusinasi adalah gangguan pada persepsi manusia yang membuat seseorang melihat, mendengar, mencium, bahkan merasakan sesuatu yang kenyataannya tidak ada. Jika ilusi termasuk kesalahan pada persepsi panca indera, halusinasi diciptakan pada pikiran pasien itu sendiri tanpa adanya sumber nyata.
Contohnya, saat seseorang melihat objek maupun mendengar sesuatu, namun sebenarnya hal itu tidak dapat dilihat orang lain. Seperti, seseorang yang merasa mendengarkan bisikan maupun suara orang lain yang bicara padanya, padahal dia sedang ada di kamar sendirian.
Dampak dari Ilusi, Delusi, dan Halusinasi
Setiap kondisi pada manusia pasti berdampak pada diri manusia. Begitu pula dengan ketiga kondisi tersebut, inilah dampaknya :
1. Ilusi
Ilusi mempunyai dampak dan dikaitkan pada pengalaman yang menghibur dan positif. Seperti, bermain dengan gambar bisa menghadirkan ilusi. ilusi ini dapat dipakai ke dalam karya seni, misalnya, trik sulap, desain visual, sampai arsitektur.
2. Delusi
Sedangkan dampak dari delusi bisa membuat penderitanya kesulitan menjalin interaksi sosial dengan orang lain dan menjalani hidup yang produktif. Orang yang mempunyai delusi sangat mempercayai keberadaan hal-hal yang imajinatif. Kondisi kadang berbahaya bagi pasien atau orang di sekitarnya.
3. Halusinasi
Halusinasi sendiri berdampak negatif, sebab hal itu berhubungan dengan penyakit maupun kondisi yang mendasarinya. Kasus yang parah membuat seseorang yang mengalami halusinasi dapat memicu ketakutan yang mengakibatkan pengidapnya melakukan hal yang berbahaya.
Faktor yang Menyebabkan Ilusi, Delusi, dan Halusinasi
Dari segi penyebab, ketiga masalah mental tersebut tidak bisa diketahui dengan pasti sampai sekarang. Ada banyak kondisi biologis yang mempengaruhi gangguan jiwa tersebut, misalnya penyalahgunaan narkoba, kondisi neurologis dan mental yang tidak sehat menjadi satu penyebab paling kuat.
Hipersensitif serta pengaturan ego kuat juga menjadi pemicu dan pembentuk reaksi dan proyeksi seseorang. Hal ini bisa memunculkan rasa ingin mengisolasi diri dari lingkungan sosial, curiga, dan muncul ketidakpercayaan diri secara berlebihan. Membuat orang sulit menoleransi masalah serta menerima penjelasan, sehingga akan muncul masalah mental delusi.
Karena delusi mampu melibatkan pancaindra, seperti pendengaran, penglihatan, juga penciuman yang tidak nyaman namun seolah-olah nyata. Hal ini akibat dari pikiran orang yang mengalaminya. Ada berapa kondisi seseorang mengalami halusinasi, seperti mabuk, konsumsi obat-obatan, epilepsi, narkolepsi, depresi, dan lain sebagainya.
Cara mengobati Ilusi, Delusi, dan Halusinasi
Proses perawatan atau pengobatan dari ketiga kondisi ini bisa ditangani dengan melakukan terapi kejiwaan, seperti psikoterapi, terapi keluarga, juga terapi perilaku kognitif. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat stres dan bertujuan membantu penderita bisa berinteraksi dengan keluarga maupun orang terdekat sekaligus upaya interaksi secara sosial.
Penderita ketiga kondisi tersebut dapat ditangani juga dengan obat-obatan, misalnya obat antipsikotik juga neuroleptic guna menekan hormon dopamin dan serotonin yang terdapat di otak. Bisa juga menggunakan obat anti depresan.
Demikianlah penjelasan tentang ketiga kondisi gangguan mental, ilusi, delusi dan halusinasi yang sering dialami masyarakat. Oleh karena itu, jika Anda sudah merasakan salah satu gejala atau kondisi tersebut, segera meminta bantuan dengan konsultasi kepada dokter jiwa, psikolog, dan sebagainya. Semoga bermanfaat.