Jenis-Jenis Posisi Janin Ketika Di Dalam Kandungan

RS Materna Medan – Saat sudah memasuki kehamilan trimester kedua, Anda harus memperhatikan posisi janin di dalam kandungan. Pasalnya, posisi janin ini mempengaruhi metode persalinan yang akan Anda jalani, apakah persalinan normal atau caesar. Di kehamilan trimester kedua, janin akan mulai bergerak-gerak, seperti menggerakkan bagian tubuhnya, menendang, bahkan berputar.Jenis-Jenis Posisi Janin Ketika Di Dalam Kandungan

Karena itu, penting untuk melakukan USG, terlebih menjelang persalinan untuk mengetahui posisi janin. Lalu, apa saja posisi-posisi janin di dalam kandungan? Berikut penjelasannya.

Jenis-Jenis Posisi Janin Ketika Di Dalam Kandungan

Posisi Anterior
adalah salah satu posisi ideal janin di dalam kandungan. Bahkan, ini adalah posisi terbaik dan paling dianjurkan sebelum persalinan. Posisi anterior adalah posisi di mana kepala bayi berada di bawah dan masuk ke area panggul ibu, dengan wajah menghadap bagian belakang atau punggung ibu. Dengan kata lain, bagian punggung bayi lah yang bersinggungan dengan perut ibu.

Jika posisi janin sedikit ke kiri, ini dinamakan oksiput kiri anterior. Sedangkan jika posisi janin sedikit ke kanan dinamakan oksiput kanan anterior. Jika di trimester kedua posisi janin belum berada pada posisi anterior, Anda tidak perlu khawatir. Posisi kebanyakan bayi akan mulai berubah ke posisi ini menjelang persalinan.

Posisi Posterior
Di posisi posterior, kepala bayi sudah berada di bawah dan masuk ke panggul, namun wajahnya menghadap perut ibu, sedangkan punggung bayi bersandar pada punggung ibu. Karena inilah, posisi posterior dikenal juga dengan nama posisi back-to-back. Jika bayi berada dalam posisi ini, akan sulit baginya untuk mengusahakan agar kepalanya bisa melewati panggul ibu saat persalinan.

Sehingga, waktu yang dibutuhkan untuk persalinan kemungkinan lebih lama daripada seharusnya. Selain itu, bayi dalam posisi posterior akan membuat Anda mengalami nyeri punggung saat kehamilan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan janin berada dalam posisi ini. Seperti terlalu sering duduk atau berbaring, serta ukuran panggul ibu yang cenderung kecil.

Posisi Brow or Face
Posisi janin selanjutnya adalah posisi brow or face. Pada posisi ini, bagian alis bayi berada pada jalan lahir dengan kepala dan leher mendongak. Sedangkan pada posisi normal, posisi kepala bayi seharusnya meringkuk dengan dagu menempel pada dada. Sehingga, posisi brow or face adalah posisi yang kurang ideal untuk persalinan.

Beberapa hal yang menyebabkan posisi ini adalah ukuran kepala bayi yang besar, riwayat persalinan sebelumnya, dan ketuban pecah dini. Kebanyakan posisi brow or face akan berubah menjadi posisi posterior. Ketika proses persalinan masih dapat berlanjut ke tahap ini, biasanya dokter akan mengusahakan persalinan normal.

Posisi Melintang
Posisi melintang adalah di mana janin berbaring horizontal atau tegak lurus dengan jalan lahir. Jika janin berada dalam posisi ini bahkan saat menjelang persalinan, persalinan normal akan sulit dilakukan. Dokter kandungan biasanya akan menyarankan untuk melakukan operasi caesar. Hal ini karena jika dipaksakan untuk persalinan normal akan menyebabkan risiko jalan lahir robek, bahkan prolaps tali pusat. Kondisi ini tentunya sangat berbahaya bagi keduanya, baik ibu dan bayi.

Posisi Sungsang
Posisi sungsang adalah posisi di mana pantat janin menghadap jalan lahir. Ini adalah posisi yang kurang ideal untuk persalinan normal, namun umum ditemukan. Bahkan, American Pregnancy Association melaporkan bahwa posisi ini bisa terjadi satu dari 25 kehamilan. Posisi sungsang ini pun dibagi menjadi 3 jenis, yaitu frank breech, complete breech, dan incomplete breech.

Frank breech adalah saat kedua kaki bayi berada di atas atau di depan wajahnya. Complete breech adalah saat kaki dan lutut bayi menekuk seperti berjongkok. Sedangkan incomplete breech adalah saat salah satu kaki bayi berada di atas, dan kaki lainnya menekuk ke bawah. Salah satu risiko yang ditimbulkan dari posisi sungsang adalah leher bayi terlilit tali pusat.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan posisi sungsang adalah hamil kembar 2 atau lebih, bentuk rahim yang tidak normal, memiliki riwayat melahirkan bayi prematur, cairan ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak, dan posisi plasenta berada di bawah dan menutupi leher rahim. Beberapa dokter mungkin masih akan mengusahakan persalinan normal dengan posisi ini.

Itulah informasi tentang Jenis-Jenis Posisi Janin Ketika Di Dalam Kandungan, semoga informasi ini bermanfaat ya

Tinggalkan komentar