Mengatasi Gejala Sindrom Usus Besar Teriritasi (IBS)

RS Materna Medan | Bagaimanakah cara mengatasi gejala sindrom usus besar teriritasi (IBS)? Sindrom usus besar teriritasi atau Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan beberapa gejala yang sering muncul atau dialami akibat iritasi yang berlangsung di daerah saluran pencernaan khususnya usus besar.Mengatasi Gejala Sindrom Usus Besar Teriritasi (IBS)

Beberapa gejala yang sering dirasakan oleh para pasien misalnya adalah kram perut, kembung, perut terasa nyeri, dan masalah pada saat buang air besar baik diare maupun sembelit. Walaupun disebut gejala, pada level tertentu penyakit ini merupakan keadaan yang kronis. Dengan demikian, perawatan dan perubahan pola hidup jangka banyak mungkin perlu dilakukan.

Nah, jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, pastikan untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. Jika tidak, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius seperti masalah pada jaringan usus atau bahkan kanker usus besar.

Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, masih belum ada obat yang secara langsung bisa mengobati iritasi usus besar. Maka, dokter biasanya akan menyarankan terapi dalam jangka waktu tertentu untuk menghilangkan gejalanya. Berikut ini adalah beberapa cara yang disarankan untuk mengatasi gejala sindrom usus besar teriritasi (IBS).

Menghindari Makanan Pemicu Gejala

Tidak bisa dipungkiri jika IBS seringkali merupakan akibat dari salahnya mengkonsumsi makanan. Oleh sebab itu, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk menghindari beberapa jenis makanan tertentu. Beberapa diantaranya adalah makanan yang tinggi gas seperti minuman karbonasi dan alkohol, makanan yang mengandung gluten seperti gandum, serta makanan atau minuman tinggi kafein.

Mengkonsumsi Makanan Tinggi Serat

Selain menghindari beberapa jenis makanan yang disebut diatas, pastikan untuk mengkonsumsi makanan lain yang lebih sehat dan tinggi serat. Sebut saja berbagai jenis buah-buahan dan sayuran. Setidaknya, untuk 3 kali makan dalam sehari, Anda harus menambahkan sayuran dalam piring Anda. Jika ditambah dengan buah-buahan setelahnya, hal ini lebih baik.

Mengkonsumsi Air Putih

Untuk metabolisme tubuh, air putih jauh lebih disarankan untuk dikonsumsi dibandingkan berbagai jenis minuman lainnya. Bahkan, dalam kondisi normal Anda diharuskan setidaknya untuk minum air putih sebanyak 8 gelas per hari. Sementara itu, ketika Anda menunjukkan gejala IBS, tambahkan sekurang-kurangnya 2 gelas lagi untuk sistem pencernaan yang lebih baik.

Olahraga Teratur

Tubuh yang aktif dan rutin bergerak juga sangat disarankan untuk kesehatan semua organ, termasuk organ pencernaan. Oleh sebab itu, luangkanlah waktu setidaknya 15 menit setiap hari untuk melakukan olah raga ringan. Beberapa jenis olahraga yang disarankan adalah jogging atau senam. Anda juga bisa melakukan olahraga favorit yang disesuaikan dengan usia Anda.

Tidak Merokok

Tidak hanya berbahaya bagi kesehatan paru-paru dan jantung Anda, merokok juga bisa merusak organ lain di dalam tubuh termasuk usus besar. Oleh sebab itu, saat menjalani terapi perawatan IBS, dokter akan meminta Anda untuk berhenti merokok. Dengan demikian, kondisi usus yang teriritasi akan lebih cepat pulih. Tentu saja, akan jauh lebih baik, jika Anda melanjutkan kebiasaan tidak merokok bahkan setelah sembuh dari masalah IBS.

Cukup Tidur

Kebiasaan hidup sehat demi kesembuhan dari IBS sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Salah satunya adalah memperbaiki pola tidur Anda. Nah, jika Anda terbiasa begadang di malam hari, selama terapi hal ini sebaiknya dihindari. Pastikan untuk menghentikan pekerjaan Anda secepatnya dan mulai tidur kurang lebih pada pukul 9 atau 10 malam. Tidur yang cukup dan berkualitas akan mempercepat peluang kesembuhan dari masalah IBS.

Mengkonsumsi Obat yang Diresepkan

Selain melakukan terapi gaya hidup sehat, dokter biasanya juga akan memberikan beberapa resep obat-obatan untuk meringankan gejalanya. Maka, saat berkonsultasi, pastikan untuk memberikan keterangan yang jelas terkait apa yang Anda rasakan agar dokter bisa memberikan obat yang tepat.

Beberapa jenis obat yang diresepkan adalah antibiotik, antispasmodik antidepressant, probiotik, dan obat nyeri. Antibiotik diberikan pada pasien IBS yang gejalanya disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri. Sementara itu, antispasmodik diberikan untuk menurunkan ketegangan otot-otot pada usus yang sering menyebabkan kontraksi berlebihan.

Antidepresan berfungsi untuk meredakan gejala IBS yang dipicu oleh masalah stress atau depresi. Probiotik adalah bagian dari terapi IBS agar bakteri baik dapat berperang melawan bakteri jahat di usus besar. Yang terakhir adalah obat nyeri yang mengatasi gejala sindrom usus besar teriritasi (IBS) dengan meredakan kembung dan nyeri perut.

Tinggalkan komentar