RS Materna : Rumah Sakit Medan – Asupan makanan yang kita konsumsi sehari – hari sangatlah penting. Tidak hanya untuk asupan energi yang kita butuhkan untuk aktivitas sehari – hari saja, melainkan untuk keseimbangan kebutuhan asupan nutrisi guna menjaga kesehatan.

Karena jika kita tidak memerhatikan makanan yang kita konsumsi, bisa jadi kita akan terkena penyakit malnutrisi. Penyakit malnutrisi umumnya memang terjadi pada anak – anak usia balita.
Namun tidak menutup kemungkinan jika kita tidak mengawasi pola makan dan makanan yang dikonsumsi, siapapun juga dapat terkena penyakit ini. Lantas apakah itu penyakit akibat malnutrisi?
Pengertian Malnutrisi
Malnutrisi adalah suatu keadaan akibat adanya ketidakseimbangan (defisiensi atau kelebihan) energi, protein atau zat gizi yang terjadi di dalam tubuh yang mengakibatkan adanya gangguan pada bentuk, komposisi tubuh, ukuran tubuh serta fungsi tubuh.
Malnutrisi sering dikaitkan dengan kekurangan gizi, namun sebenarnya kelebihan gizi pun juga dapat dikatakan malnutrisi. Karena penyakit ini merupakan ketidakseimbangan dari asupan gizi yang dikonsumsi.
Penyebab Malnutrisi
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan malnutrisi pada seseorang, umumnya beberapa penyebab tersebut antara lain:
- Kekurangan asupan gizi atau kelebihan gizi
- Asupan makanan yang mengandung mikronutrien yang kurang
- Terjadi gangguan penyerapan pada saluran pencernaan
- Peningkatan kebutuhan (dalam hal ini, apabila seseorang telah makan dengan cukup namun ternyata kebutuhan akan mikronutriennya meningkat dari sebelumnya)
Gejala Malnutrisi
Gejala yang dialami oleh seseorang berbeda – beda. Saat seseorang mengalami beberapa keluhan kesehatan secara umumnya untuk gejala malnutrisi adalah berikut :
- Berat badan yang turun dengan cepat
- Penurunan masa otot
- Penurunan masa lemak bawah kulit
- Badan mudah lemas dan lemah
- Kulit kusam
- Penumpukan cairan dalam tubuh
- Mudah sakit
Namun, untuk lebih baiknya jika anda merasakan gejala tersebut untuk tidak langsung mendiagnosis diri sendiri. Lebih baik anda memeriksakan kesehatan anda ke dokter agar dapat dilakukan screening dini.
Jenis – jenis Penyakit Akibat Malnutrisi
1. Anemia
Anemia merupakan penyakit akibat kekurangan sel darah merah dalam tubuh atau hemoglobin karena kekurangan zat besi dan juga defisiensi vitamin B12. Umumnya gejala yang dialami yaitu tubuh merasa letih, kurangnya nafsu makan, sakit kepala, kulit pucat.
Penyakit Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen zat besi serta makanan yang kaya akan zat besi seperti daging, tahu, tempe, sayuran, kacang – kacangan, makanan laut atau seafood dan biji – bijian.
2. Gondok
Penyakit gondok yang hampir sering terjadi di masyarakat pegunungan merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya kekurangan yodium dalam makanan yang dikonsumsi. Gejala penyakit ini adalah adanya pembengkakan di kelenjar tiroid.
3. Diabetes
Diabetes merupakan gangguan kontrol gula dalam tubuh. Umumnya ditemukan pada penderita yang sudah dewasa karena mengonsumsi gula secara berlebihan sehingga tubuh tidak mampu untuk menggunakan glukosa dalam sel yang mengakibatkan penumpukan dalam darah.
Penyakit ini bisa dicegah dengan mengubah pola makan yang sehat serta rutin melakukan aktivitas fisik harian atau olahraga ringan seperti berjalan kaki, ataupun bersepeda.
4. Beri–beri
Penyakit beri-beri ini terjadi akibat kekurangan vitamin B1. Penyakit Beri–beri terdapat dua jenis yaitu beri–beri basah dan beri–beri kering.
Beri–beri kering memiliki gejala yang dapat memengaruhi sistem saraf, antara lain sulit berjalan, fungsi otot kaki bagian bawah yang menurun, tangan dan kaki yang terasa mati rasa ataupun kesemutan, kesulitan bicara.
Beri–beri basah umumnya memengaruhi kinerja jantung dan pembuluh darah. Gejalanya seperti detak jantung meningkat, sesak napas saat beraktivitas, bagian bawah kaki yang bengkak. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan tinggi Vitamin B1 seperti susu, biji–bijian, gandum, daging sapi ataupun sayuran.
5. Stunting
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada tubuh yang sering menyerang anak akibat kekurangan gizi yang kronis dan infeksi berulang. Ditandai dengan tinggi badan anak yang terhambat, memperlambat perkembangan otak, dan risiko serangan penyakit yang kronis.
Kondisi ini merupakan kondisi kekurangan gizi yang kronis yang biasanya terjadi karena faktor finansial yang buruk, kemiskinan yang menyerang anak – anak dan akan memengaruhi pertumbuhan hingga dewasa.