RS Materna : Rumah Sakit Medan – Tahukah Anda, bahwa saat ini, kolesterol tinggi, tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, namun anak-anak juga dapat mengalaminya. Kondisi seperti ini biasanya disebabkan oleh 3 faktor utama, yaitu pola makan yang tidak sehat, faktor obesitas, dan yang ketiga faktor turunan.

Tentang kolesterol
Pada dasarnya kolesterol sendiri memang dibutuhkan oleh tubuh, terutama untuk membangun jaringan tubuh, serta memproduksi hormon seks. Namun ketika kadarnya terlalu tinggi, tentunya dapat menyebabkan penumpukan plak, pada dinding pembuluh darah arteri, ini yang membuat aliran darah ke jantung jadi terganggu.
Jika kondisi seperti ini tidak diatasi dengan segera, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, dan stroke pada anak di kemudian hari.
Cara mengecek kolesterol pada anak
Dalam hal ini, kolesterol sendiri akan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kolesterol baik / high-density lipoprotein (HDL), dan juga kolesterol jahat, atau low-density lipoprotein (LDL). Adapun kadar kolesterol dalam tubuh anak dikatakan normal, jika :
- Kolesterol baik, lebih dari 45 mg/dL.
- Kolesterol jahat, kurang dari 100 mg/dL.
- Total kolesterol, kurang dari 170 mg/dL.
Kadar kolesterol tinggi, biasanya tidak menunjukkan gejala secara khusus. Itu sebabnya, anak harus melakukan cek kolesterol sejak usia 9 hingga 11 tahun. Kemudian cek kembali, ketika anak sudah menginjak usia sekitar 17 hingga 21 tahun.
Apabila anak, mempunyai risiko kolesterol tinggi, seperti ketika anak menderita diabetes, obesitas, hipertensi, atau bahkan ada salah satu anggota keluarga ada yang mengidap kolesterol tinggi atau bahkan penyakit jantung, ada baiknya jika mengecek kolesterol secara rutin, sejak usia 2 tahun ke atas.
Cara mencegah kolesterol tinggi pada anak
Ketika sang buah hati, didiagnosis menderita kolesterol tinggi, sebaiknya Anda tidak perlu terlalu panik. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, untuk menurunkan dan mengontrol kadar kolesterol tinggi pada anak, yaitu :
1. Mulai membatasi makanan dan minuman tinggi kolesterol
Cara pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kolesterol tinggi ada anak, yaitu dengan membatasi makanan atau juga minuman yang mengandung kolesterol tinggi. Adapun makanan dan minuman yang dimaksud, seperti gula, lemak jenuh, keju, kentang goreng, burger, pop corn, sosis, pizza, dan yang lainnya.
Ada baiknya jika Anda sebagai orang tua, mulai memasak makanan yang sehat untuk sang buah hati. Kali ini, Anda dapat menggunakan aneka macam bahan makanan yang mengandung nutrisi yang baik, dan juga bahan-bahan yang tidak mengandung lemak tinggi, seperti minyak zaitun, mentega, atau bisa juga menggunakan minyak kelapa.
2. Menerapkan pola makan sehat
Ajarkan juga pada anak, untuk mengubah pola makannya jadi pola makan sehat. Ada baiknya jika pola makan tersebut diterapkan sejak dini. Tujuannya tidak lain, untuk mencegah kadar kolesterol tinggi pada anak.
Teknik penerapan pola makan sehat pada anak, dapat Anda lakukan dengan cara :
- Memilih bahan makanan yang rendah lemak jenuh dan juga lemak trans, seperti misalnya yogurt rendah lemak, susu, oatmeal, dan juga roti gandum.
- Mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti gandum, kacang-kacangan, brokoli, atau juga wortel.
- Mengonsumsi makanan yang kaya protein, seperti buncis, ikan, dan yang lainnya.
- Banyak mengonsumsi buah-buahan, seperti anggur, apel, jeruk, dan yang lainnya.
- Ada baiknya jika anda juga membatasi asupan gula berlebih, atau gula tambahan pada anak.
3. Mengajak anak untuk berolahraga secara teratur
Jangan lupa, untuk mengajak sang anak untuk berolahraga secara teratur, atau setidaknya banyak melakukan aktivitas fisik. Kegiatan seperti jalan kaki, bersepeda, atau juga lari, berguna untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi pada tubuh anak, sekaligus, juga menurunkan risiko, anak, terkena penyakit kardiovaskular.
Olahraga atau aktivitas fisik yang sebaiknya dilakukan oleh anak, setidaknya 60 menit setiap harinya. Dapat dilakukan secara langsung atau dibagi menjadi 2 sesi, seperti 30 menit pada pagi hari dan 30 menit berikutnya pada sore hari.
Jadi dari penjelasan di atas, ada baiknya Anda sebagai orang tua, mulai lebih waspada, ketika akan memberikan makanan pada anak. Cek juga secara rutin, apakah anak Anda mempunyai risiko mengidap kolesterol tinggi atau tidak. Lakukan pencegahan sejak dini, guna mencegah risiko yang lebih besar.