Efek Pubertas Terlalu Dini Yang Dialami Remaja

RS Materna : Rumah Sakit Medan | Pubertas dini atau pubertas sebelum waktunya adalah gejala kesehatan yang bisa dialami oleh anak laki-laki dan perempuan. Gejala hingga efek pubertas terlalu dini yang dialami remaja bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Efek Pubertas Terlalu Dini Yang Dialami Remaja

Oleh karena itu sebagai orang tua harus senantiasa memperhatikan tumbuh kembang dan perubahan tubuh anak dengan berkala. Biasanya tanda dari pubertas dini adalah terjadi di usia 8 tahun untuk anak perempuan dan 9 tahun untuk anak laki-laki. Lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut!

Gejala Terjadinya Pubertas Dini

Gejala yang umum terjadi pada anak yang memasuki masa pubertas terjadi pada usia 9-10 tahun, jika di bawahnya makan bisa jadi tanda pubertas dini. Gejalanya:

1. Pubertas pada anak perempuan
• menstruasi dan munculnya payudara lebih awal.
• kemunculan jerawat di wajah.
• tumbuh lebih tinggi dengan pesat.
• bau badan sudah kayak aroma bau orang dewasa.

2. Pubertas laki laki
• suara semakin berat
• mulai tumbuh kumis
• pembesaran pada penuh dan testis.
• muncul jerawat di wajah.
• Tinggi badan tumbuh dengan pesan.
• bau badan sudah seperti orang dewasa.

Efek Pubertas Terlalu Dini Yang Dialami Remaja

Pubertas dini pada anak ternyata membahayakan bagi kesehatan anak, sebab ada efek lain yang anak dirasakan selain perubahan bentuk tubuh, yakni :

1. Muncul masalah sosial dan emosi
Anak akan cenderung malu sebab tubuhnya beda dengan anak sebayanya. Mereka akan mudah emosi dan anti sosial pilih menyendiri.

2. Tubuh menjadi lebih pendek
Bahkan tubuh bisa menjadi lebih pendek nantinya, sebab pertumbuhan tulang memang cepat. Namun berhentinya pertumbuhan tulang juga cepat pula.

3. Masalah stres
Mempunyai tubuh yang beda dari anak seusianya, membuat anak mulai insecure dan berisiko mengalami stres.

4. Risiko terkena kanker payudara
Pada Journal of Adolescent Health September 2020 silam menyatakan ada hubungan antara pubertas dini pada anak perempuan dengan peningkatan risiko kanker payudara pada kemudian hari. Meski tetap membutuhkan studi lanjutan untuk memastikan hasilnya, namun anda wajib waspada dengan kondisi ini.

Mencegah Efek Pubertas Terlalu Dini Yang Dialami Remaja

Anda dapat mencegah pubertas dini ini sejak awal, namun sayang jika kondisi tersebut diakibatkan karena masalah genetik dan kelainan. Kondisi ini sulit untuk dicegah. Namun, bagi masalah obesitas bisa diatasi dengan cara membantu anak menjaga pola makan dan berat badan supaya lebih sehat.

Sebaiknya jangan menggunakan sembarang krim atau salep dengan kandungan hormon tertentu yang bisa memicu munculnya pubertas dini. Oleh sebab itu, jangan berikan anak obat-obatan tanpa konsultasi dengan dokter.

Kapan Anda Harus Ke Dokter?

Anda harus segera memeriksa anak ke dokter, jika anak sudah mengalami beberapa gejala pubertas dini ketika masuk di usia 7-8 tahun atau kurang dari itu. Dengan periksa diri segera, maka dokter bisa segera memberikan diagnosa dan obat yang bisa dikonsumsi.

Biasanya dokter akan mendiagnosis masalah pubertas dini dengan menanyakan gejala penyakit yang pernah atau saat ini diderita oleh si anak maupun keluarganya.

Penanganan Pada Pubertas Diri

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tubuh anak, juga menjalankan tes darah juga tes urin. Tujuan pemeriksaan ini untuk memeriksa kadar hormon pada tubuh anak. Penanganan pubertas dini sesuai dengan penyebabnya. Tujuan utama penanganan ini yakni memungkinkan anak untuk mencapai tinggi manusia dewasa.

Sebagian besar masalah anak pubertas dini sentral tidak ditemui penyebabnya secara medis, umumnya tanda serta gejala pubertas dini mampu teratasi dengan pengobatan.

Pengobatan ini disebut terapi analog Gn-RH yang biasanya mencakup pengobatan suntikan per bulannya, yang mampu menunda pubertas. Sesudah itu, dokter akan lakukan pengambilan sampel darah lagi sesudah beberapa waktu.

Memang jenis pengobatan lebih baru bisa diberikan dengan interval lebih panjang. Anak bisa mendapatkan pengobatan sampai usia normal untuk mengalami pubertas. Umumnya, sekitar 16 bulan dari proses penghentian pengobatan dan proses pubertas dapat berlangsung lagi.

Sedangkan pada pubertas dini perifer, yakni disebabkan oleh adanya kondisi medis tertentu, biasanya penanganan kondisi dilakukan untuk menghentikan progresivitas pubertas. Seperti, pada anak penderita tumor akibat produksi hormon tertentu dan kemudian menyebabkan terjadinya pubertas. Maka, pengangkatan tumor bisa menghentikan proses pubertas dini ini.

Demikianlah tentang efek pubertas terlalu dini yang dialami remaja hingga penanganan yang tepat. Jadi, sebagai orang tua pastikan Anda selalu melihat tumbuh kembang anak dan jika mencurigakan. segera hubungi dokter. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar