Apa Ciri-Ciri Pubertas Normal Dan Pubertas Dini Pada Anak?

RS Materna – Rumah Sakit Medan | Anda harus tahu bahwa pubertas pada anak ternyata tidak selamanya bisa disebut sebagai pubertas normal. Alasannya, karena memang ada pubertas dini yang kadang dianggap orang tua umum sebagai hal yang lumrah. Makanya Anda harus paham ciri-ciri pubertas normal dan pubertas dini.

Ciri-Ciri Pubertas Normal Dan Pubertas Dini

Dengan demikian Anda bisa semakin hati-hati dengan kondisi anak atau keluarga Anda. Sebab, ternyata pubertas normal dan pubertas dini mempunyai dampak masing-masing pada tubuh anak. Atas hal inilah, sangat penting untuk memahami kondisi anak Anda.

Ciri-Ciri Pubertas Normal Pada Anak

Melansir dari beberapa sumber terpercaya, menjelaskan bahwa ciri-ciri dari pubertas normal adalah :

1. Payudara yang membesar bagi perempuan
Ciri ciri pubertas anak perempuan ketika masuk masa pubertas. Pembesaran payudara yakni awal dari unilateral. Biasanya proses pembesaran payudara ini terjadi dengan cara bertahap. Mulainya dari meningkatkan diameter payudara sampai warna areola yang berubah jadi gelap lalu putih menjadi lebih menonjol.

2. Tumbuhnya rambut pada area tubuh tertentu
Pubertas anak biasanya akan muncul rambut di bagian area tubuh tertentu, seperti di kemaluan dan ketiak. Proses inilah tanda sekresi androgen adrenal. Proses tumbuhnya rambut pada area tertentu pada tubuh ini tumbuh dimulai saat produksi keringat dari kelenjar apokrin muncul.

Pada proses inilah anak akan mengalami masalah misalnya munculnya bau ketiak dan ini merupakan hal yang wajar dan normal. Maka, sebaiknya ajari anak untuk menjaga kebersihan diri.

3. Menstruasi
Datang bulan dapat disebut sebagai puncak proses pubertas pada anak perempuan. Biasanya terjadi 2 sampai 3 tahun sesudah dimulainya perkembangan dari payudara. Biasanya usia rata-rata anak perempuan pertama kali haid adalah 12,9 tahun dengan durasi pubertas berlangsung sampai 2,7 tahun.

Kalau anak perempuan belum datang menstruasi pertama sesudah usia 15 tahun, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter.

Jika anak mengalami ciri-ciri di atas maka jelas anak mengalami pubertas normal dan dialami oleh semua anak yang beranjak dewasa. Namun ada juga masalah pubertas dini dan hal inilah yang bahaya. Makanya, Anda harus memperhatikan ini dengan serius.

Apa Itu Pubertas Dini?

Ciri-ciri pubertas dini dan pubertas normal itu berbeda. Pubertas dini merupakan perubahan tubuh anak menuju dewasa di usia yang lebih awal dari usia yang seharusnya. Anak perempuan mengalami pubertas dini saat pubertas ini terjadi di usia belum mencapai 8 tahun. Bukan hanya itu saja, pada anak laki-laki pubertas dini bisa terjadi di usia sekitar 9 tahun.

Ciri-ciri dari Pubertas dini biasanya muncul jerawat di wajah, perubahan tubuh serta ukuran tubuh lebih pesat, perkembangan tulang serta otot, juga perkembangan kemampuan dan alat dari reproduksi anak. Kondisi ini memang terbilang sangat langka dan biasanya hanya terjadi pada 1 dari 500 anak yang ada di dunia.

Meski pubertas dini identik dengan perubahan bentuk tubuh anak. Namun tidak seluruh perubahan bentuk tubuh anak itu adalah gejala pubertas dini. Perubahan ini dapat berupa pertumbuhan payudara dini alias prematur maupun pertumbuhan rambut kemaluan serta ketiak dini dan bisa salah satunya.

Apa Penyebab Pubertas Dini?

Ada dua jenis pubertas dini, yakni disebabkan oleh pelepasan hormon gonadotropin sama contohnya pubertas normal atau central precocious puberty, hingga yang tidak disebabkan hormon GnRH atau peripheral precocious puberty.

Kedua pubertas dini yang sama-sama meningkatkan produksi dari hormon estrogen serta testosteron dalam tubuh. Penyebabnya adalah :

1. Central precocious puberty (CPP)
Kondisi ini bisa terjadi pada kondisi anak berikut :
• Hipotiroidisme
• Tumor atau cedera otak dan sumsum tulang belakang.
• Cacat otak ketika lahir, seperti hidrosefalus
• Hiperplasia adrenal kongenital

2. Peripheral precocious puberty
Peningkatan dari hormon testosteron serta estrogen bukan akibat hormon gonadotropin, namun akibat dari penyakit atau faktor lain, yakni :
• Sindrom McCune–Albright
• Tumor pada kelenjar adrenal alias kelenjar pituitari
• Tumor atau kista indung telur anak perempuan
• Tumor sel penghasil sperma atau sel penghasil testosteron anak laki-laki.

3. Pemicu lain dari pubertas dini adalah :
• Riwayat kelainan genetik keturunan orang tua atau saudara kandung
• Obesitas
• Paparan estrogen serta testosteron dari luar, misalnya lewat penggunaan krim maupun salep
• Prosedur radioterapi kepala atau tulang belakang

Pengobatan yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter jika hal ini terjadi. Sekarang Anda bisa mengenal ciri-ciri pubertas normal dan pubertas dini. Jadi, selalu hati-hati dan perhatikan tumbuh kembang anak dengan baik. Semoga membantu.

Satu pemikiran pada “Apa Ciri-Ciri Pubertas Normal Dan Pubertas Dini Pada Anak?”

Tinggalkan komentar