RSU Materna : Rumah Sakit Medan – Jenis operasi untuk menghilangkan batu ginjal adalah salah satu operasi besar dan memerlukan beberapa tindakan persiapan sebelumnya. Penentuan jenis operasi yang akan dipilih juga harus berdasar pada diagnosa dokter dan tingkat keparahan penyakitnya.

Masing-masing jenis operasi juga mempunyai manfaat dan juga risiko efek samping yang berbeda-beda di setiap orang. Supaya Anda lebih siap lagi, yuk cari tahu informasi selengkapnya mengenai jenis operasi untuk menghilangkan batu ginjal.
Apa itu Penyakit Batu Ginjal?
Batu ginjal atau yang juga dikenal dengan batu saluran kemih merupakan penyakit yang muncul karena adanya endapan mineral di dalam saluran kemih. Batu saluran kemih ini bisa ada di semua bagian saluran kemih, baik itu di bagian ginjal, uretra, atau kandung kemih.
Operasi batu ginjal kerap kali dibutuhkan pada kasus batu ginjal yang berukuran besar atau batu yang sudah tidak bisa keluar dengan obat-obatan. Biasanya, penderita akan membutuhkan operasi jika batu ginjal sudah menyebabkan gejala nyeri yang hebat dan menghambat aliran urine.
Jenis Operasi Untuk Menghilangkan Batu Ginjal
Terdapat beberapa metode atau Jenis operasi untuk menghilangkan batu ginjal yang dapat disesuaikan dengan kondisi pasien, antara lain:
1. Shock Wave Lithotripsy atau SWL
Jenis operasi SWL ini efektif untuk menghancurkan batu yang berukuran kecil hingga sedang. Dokter akan menggunakan gambaran dari rontgen atau ultrasonografi untuk bisa menemukan lokasi batu. Setelah itu, dokter akan menembakkan gelombang berenergi tinggi dari luar ke arah batu yang ada di dalam.
Energi gelombang tersebut bisa menembus kulit dan memecah batu ginjal menjadi potongan yang kecil-kecil. Adapun kelebihan dari jenis operasi SWL ini yaitu tidak adanya sayatan pada kulit dan juga nyeri pasca operasi cukup minim.
Untuk efek sampingnya sendiri yang bisa terjadi karena prosedur ini adalah perdarahan, infeksi, kerusakan ginjal, dan juga hambatan pada urine akibat adanya batu.
2. Ureteroskopi
Jenis operasi untuk menghilangkan batu ginjal yang kedua adalah ureteroskopi. Tindakan yang satu ini merupakan prosedur operasi batu ginjal yang memiliki tujuan untuk mengangkat batu ginjal dan ureter. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan alat yang elastis dengan kamera di ujungnya untuk mencari dan juga mengambil batu.
Tindakan ureteroskopi ini tidak membutuhkan sayatan pada kulit. Pada batu yang berukuran besar, dokter akan menggunakan laser batu ginjal untuk memecahkan batunya. Setelah itu, akan dilakukan pemasangan stent yang berguna untuk membantu aliran urine.
Adapun efek samping dari tindakan ini adalah bisa menyebabkan perdarahan dan infeksi. Di beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan ureter.
3. Percutaneous Nephrolithotomy atau Nephrolithotripsy atau PCNL
Jenis operasi batu ginjal PCNL ini merupakan metode operasi batu ginjal yang seringkali dipilih pada kasus batu yang berukuran besar. Operasi yang satu ini menggunakan tabung kecil untuk bisa mencapai batu dan memecahnya dengan gelombang berfrekuensi tinggi.
Jenis operasi ini akan dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil pada bagian pinggang samping penderita. Terdapat dua cara yang dapat dilakukan dalam prosedur PCNL ini. Metode PCNL yang pertama yaitu pengambilan batu secara utuh atau Nephrolithotomy.
Kemudian cara yang kedua yaitu dengan menggunakan laser ataupun gelombang suara untuk memecahkan batu terlebih dulu untuk nantinya di vakum menggunakan mesin. Dikenal dengan istilah Nephrolithotripsy , metode laser batu ginjal ini lebih sering dipilih.
Adapun efek samping dari tindakan ini adalah perdarahan, infeksi, dan juga risiko kerusakan pada bagian organ sekitar seperti kandung kemih, usus, ginjal ureter, dan juga hati.
4. Operasi Terbuka
Operasi terbuka akan dilakukan jika batu ginjal sudah berukuran sangat besar dan jenis operasi lain tidak berhasil untuk mengeluarkan batu itu. Prosedur yang satu ini bisa dilakukan jika ada pasien yang mengalami beberapa gejala di bawah ini:
- Ada batu yang tersumbat di bagian ureter.
- Ada batu yang menghambat aliran urin.
- Terjadinya perdarahan ataupun infeksi.
- Nyeri yang dialami oleh pasien sangat hebat.
Jika dibandingkan dengan prosedur operasi lainnya, maka operasi terbuka ini membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama. Seperti halnya jenis operasi lainnya, efek samping dari operasi terbuka adalah nyeri, mual, muntah, dan juga infeksi pada saluran kemih.
Demikian penjelasan mengenai beberapa jenis operasi untuk menghilangkan batu ginjal. Semoga bermanfaat.