RS Materna : Rumah Sakit Medan – Saraf kejepit adalah kondisi dimana terdapat tekanan di saraf oleh jaringan yang ada di sekitar tubuh, seperti tulang rawan, tulang dan otot. Hal ini membuat saraf menjadi rusak yang ditandai dengan gejala nyeri hebat, kesemutan, dan juga mati rasa ketika beraktivitas.

Rasa nyeri pada penderita saraf kejepit bisa menyebar sampai ke seluruh tubuh. Misalnya, pada penderita hernia diskus yang memberi tekanan di saraf tulang belakang, nyeri sarafnya ini dapat menjalar sampai ke kaki dan juga tangan. Sekarang mari kita simak Penyebab dan Gejala Saraf Kejepit itu seperti apa.
Penyebab Saraf Kejepit
Saraf kejepit bisa terjadi karena sebagian maupun seluruh bagian lunak yang ada di tulang belakang tertekan ke dalam bagian lunak piringan sendi. Tulang belakang ini terdiri dari 24 tulang disebut dengan vertebrata dan tersusun di atas satu sama lainnya.
Susunan tulang tersebut memiliki fungsi untuk membentuk tabung agar bisa melindungi sumsum tulang belakang dan juga saraf yang menghubungkan sinyal perintah antara otak dengan otot. Antara masing-masing tulang tersebut terdapat piringan sendi berbentuk datar dan bulat.
Piringan tersebut akan bekerja sebagai bantalan dalam meredam tekanan ketika berjalan maupun berlari. Ketika bantalan tersebut melemah, tulang dapat bergeser maupun pecah.
Hal ini berakibat pada bagian lunak akan menyerupai jelly di piringan sendi dan dapat bocor lewat celah antara tulang. Kondisi ini biasa juga disebut dengan HNP (hernia nukleus pulposus).
Cairan bocor tersebut bisa menimbulkan tekanan di saraf dan menimbulkan sensasi saraf terjepit. Ada beberapa faktor yang menyebabkan HNP ini, antara lain adalah:
- Gerakan yang dilakukan secara berulang, misalnya memutar atau menundukkan punggung bagian bawah.
- Postur tubuh yang kurang baik.
- Obesitas.
- Penuaan.
- Kurang bergerak yang disebabkan gaya hidup yang tidak aktif.
- Cedera
Gejala Saraf Kejepit yang Wajib Diketahui
Inilah beberapa gejala yang umumnya akan dirasakan oleh penderita saraf kejepit dan sering tidak disadari:
1. Cengkeraman melemah
Pada bagian pergelangan tangan jika digunakan untuk memegang sesuatu memerlukan kekuatan di cengkeraman. Ketika saraf leher terjepit, maka bagian otak tidak bisa menerima rangsangan otot mana yang harus bereaksi.
Rangsangan otot yang buruk inilah nanti menyebabkan lemahnya pada cengkeraman, sehingga tidak bisa menulis maupun melakukan berbagai aktivitas kecil yang lainnya secara optimal.
2. Tidak bisa menahan buang air kecil
Saat bagian saraf yang menekan punggung bagian bawah, usus dan juga kandung kemih tidak dapat terkontrol dengan baik. Hasilnya, Anda akan terus menerus menggerakkan kaki karena tidak bisa tahan untuk buang air kecil maupun besar.
3. Nyeri di kaki dengan rasa terbakar
Saraf kejepit ini akan mengakibatkan nyeri pada bagian punggung bawah yang memberikan tekanan di tulang belakang. Nyeri saraf tulang belakang ini akan menjalar sampai ke seluruh bagian kaki dengan rasa yang panas seperti terbakar.
4. Kebas dan mati rasa
Saraf yang terjepit di bagian tubuh tertentu bisa membuat Anda merasakan kebas. Hal ini disebabkan oleh tekanan di bagian saraf tertentu yang bisa mematikan rangsangan terhadap rasa nyeri tersebut. Inilah yang membuat Anda bisa saja tidak akan merasakan sensasi nyeri maupun tekanan apapun pada posisi tertentu.
5. Merasakan nyeri seperti tertusuk jarum
Tidak hanya rasa kebas atau mati rasa, penderita saraf kejepit tulang belakang ini bisa mengalami nyeri seperti tertusuk sebuah jarum. Jika Anda suatu saat nantinya mengalaminya, gejala ini diakibatkan oleh gangguan di antara sinyal saraf dan juga otak ketika menerima sebuah rangsangan. Gejala ini nantinya mengindikasikan sindrom carpal tunnel di bagian pergelangan tangan.
6. Rasa sakit yang berubah-ubah di dalam posisi tertentu
Gejala ini sangat wajar terjadi untuk para penderita saraf kejepit. Misalnya, gejala saraf kejepit yang disertai dengan nyeri panggul. Ketika mencondongkan tubuh ke bagian depan dari posisi duduk maupun berbaring lurus, rasa nyeri bisa berkurang. Namun, ketika Anda berbaring miring, rasa sakit ini akan mulai memuncak sampai membuat kesulitan untuk tidur.
7. Kaki melemah
Gejala umum untuk penderita sakit saraf kejepit yang paling terlihat adalah kaki tidak lagi kuat seperti biasanya ketika bergerak atau berjalan. Hal ini karena tekanan di bagian saraf kaki memberikan sinyal ke otak untuk memberi rangsangan gerak. Inilah yang membuat kekuatan kaki untuk bergerak semakin lemah.
Nah itulah informasi tentang Penyebab dan Gejala Saraf Kejepit, semoga bermanfaat. Bagi Anda yang memerlukan dokter saraf bisa datang langsung ke Rumah Sakit Materna Medan ya..