RS Materna – Rumah Sakit Medan | Resistensi Antimikroba menjadi salah satu perbincangan yang sering diperdebatkan. Mulai dari membahas penyebab, ciri-ciri, hingga bagaimana cara untuk melakukan pencegahannya.

Kondisi yang mengakibatkan bakteri, virus, jamur, maupun parasit mengalami perubahan seiring berjalannya waktu yang membuat mereka tidak mau merespon obat-obatan untuk membunuh mikroba ini membuat Anda perlu memperhatikannya. Nah, untuk hal yang harus diketahui tentang resistensi antimikroba ini bisa langsung Anda lihat sebagai berikut.
Hal yang Harus Diketahui Tentang Resistensi Antimikroba
Nah, sebelum mengetahui lebih jauh seputar resistensi antimikroba, Anda juga perlu tahu bahwa umumnya antimikroba dipilih untuk antibiotic yang mencakup golongan obat-obatan dengan tujuan membunuh bakteri, sebagai antivirus, antiparasit, dan anti jamur.
Resistensi antimikroba ini terjadi ketika mikroorganisme mulai dari bakteri, virus, jamur maupun parasit mengalami perubahan sebagaimana yang disinggung sebelumnya sehingga obat-obatan yang digunakan untuk penyembuh infeksi akibat mikroorganisme menjadi tidak efektif karena mikroorganisme justru semakin sukar untuk disembuhkan.
Kondisi tersebut membuat WHO menetapkan bahwa resistensi untuk antimikroba masuk sebagai 10 besar masalah kesehatan di tingkat global. Kenapa demikian? Hal tersebut dikarenakan resistensi antimikroba menyebabkan infeksi menjadi semakin sulit diobati dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit, peningkatan keparahan penyakit, hingga kematian.
Untuk itu, terdapat hal yang harus diketahui salah satunya tentang pencegahannya.
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba
Dari penjelasan di atas, maka sudah diketahui bahwa resistensi antimikroba bukan sebuah permasalahan yang ringan. Melainkan harus diperhatikan supaya dampak buruk akibat adanya resistensi tidak dirasakan terus menerus. Anda perlu tahu bagaimana cara mencegah resistensi antimikroba jika tidak ingin hal tersebut terjadi. Apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Berikut pembahasannya.
1. Hanya menggunakan antimikroba jika diresepkan oleh pihak dokter
Langkah pertama yang harus Anda perhatikan adalah jangan mengonsumsi antimikroba atau antibiotik selain yang berasal dari resep dokter. Pasalnya, yang sering dilupakan adalah bahwa tidak semua penyakit memanfaatkan obat antimikroba untuk penyembuhannya. Nah, dalam memutuskan penggunaan antimikroba yang perlu dikonsumsi, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Pengobatan sendiri atau yang dikenal dengan istilah swamedikasi dengan antimikroba yang dilakukan tanpa berkonsultasi dengan pihak dokter bisa menyebabkan kesalahan dalam tindakan pengobatan. Misalnya, ketika Anda sedang pilek, bisa jadi penyebabnya merupakan virus influenza atau bisa jadi penyebabnya bahkan bukan mikroba sama sekali. Bisa karena alergi, atau lainnya.
Nah, pemberian pengobatan menggunakan antimikroba yang tidak tepat justru memicu resistensi. Dan hal lain yang harus Anda ketahui, virus tidak mati dengan antibiotik sebab antibiotic umumnya dirancang untuk membunuh bakteri.
2. Mengonsumsi obat jenis antimikroba sesuai resep dokter dengan petunjuk dokter
Apabila dokter Anda meresepkan obat-obat jenis antimikroba, perhatikan bagaimana arahan yang diberikan. Sebagai contoh, Anda harus mengikuti arahan bahwa obat tersebut harus dikonsumsi sampai habis sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
Bahkan mungkin ketika gejala sudah tidak Anda rasakan lagi. Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan apoteker yang menyerahkan obat antimikroba tadi untuk mengetahui lebih lanjut tentang penggunaan antimikroba yang diresepkan oleh pihak dokter.
3. Jangan sampai Anda mengulang konsumsi antimikroba tanpa anjuran dari dokter
Ketika obat antimikroba yang diresepkan dokter sudah Anda habiskan sesuai anjuran, Anda pasien boleh membeli sendiri obat jenis antimikroba tersebut untuk dikonsumsi lagi. Perihal pengobatan yang sudah selesai tetapi masih ditemukan gejala sakit, jangan ambil keputusan sendiri untuk mengonsumsi obat antimikroba, melainkan sebaiknya konsultasi kembali dengan dokter.
4. Tidak menghentikan pengobatan antimikroba yang diresepkan dokter
Hal berikutnya yang harus Anda ketahui untuk mencegah terjadinya resistensi antimikroba adalah tidak menghentikan pengobatan tanpa sepengetahuan dokter. Jika ada hal-hal yang tidak nyaman selama konsumsi obat tadi, laporkan dan beritahu dokter guna dilakukan pemeriksaan atau penggantian pilihan antimikroba sesuai dengan kebutuhan maupun untuk dilakukan tindakan lain.
Nah, itulah beberapa hal yang harus diketahui tentang resistensi antimikroba. Salah satunya adalah bagaimana cara untuk Anda bisa mencegahnya. Beberapa hal lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan tetap menjaga pola hidup sehat seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.